MetroTimes (Sidoarjo) – Notaris Muslim Indonesia (NMI) Korwil Jawa Timur di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini berbagi kasih dan kepedulian kepada Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Sidoarjo. Kegiatan diselenggarakan di Masjid Al Iklas Porong, Sidoarjo, Jum’at (22/4/2022).

Secara esensial berpuasa ramadhan adalah mengendalikan diri dan meningkatkan tradisi berbagi dan terbinanya kepedulian sosial.

Ketua Korwil Jatim NMI, H. Abdul Rozak, SH., menyampaikan, berbagi dan kepedulian terhadap Pertuni merupakan bagian daripada kegiatan Notaris Muslim Indonesia Korwil Jawa Timur, di dalam kegiatan Safari Ramadhan. Sebelumnya ada beberapa kegiatan yang kita lakukan khususnya kegiatan sosial di beberapa daerah, pertama di daerah Bangil Kabupaten Pasuruan yaitu kita memberikan bingkisan dan lain-lain, kepada 300 orang ibu-ibu janda dan Dhuafa, kemudian 250 bingkisan pada guru ngaji di sekitar Bangil termasuk tukang becak, petugas kebersihan sekitar 300.

Dan juga kepada beberapa binaan dari kami yaitu bapak-bapak tukang becak, gojek ini juga kita beri santunan semua dalam rangka kita berbagi atas rezeki, nikmat yang kita terima dari Allah SWT.

“Kali ini kita akan berbagi kepada warga masyarakat di Kabupaten Sidoarjo yaitu masyarakat tunanetra dan anak yatim sekitar 100 orang, dengan harapan mereka-mereka yang tergabung dalam Pertuni bisa ada sedikit kebahagiaan yang telah kita berikan yaitu baik uang tunai maupun bingkisan sembako,” terangnya.

“Harapan kami mudah-mudahan kehadiran kami ini menjadi kebahagiaan dan menyenangkan bagi penyandang disabilitas tunanetra dan kaum dhuafa,” ujarnya.

“Penyandang disabilitas tunanetra ini perlu diperhatikan, baik yang menyangkut kebutuhan keseharian, kesehatan, dan kalau yang punya anak keturunan, kita beri fasilitas khusus masalah pendidikan dan insyaallah kita sudah koordinasi dengan pihak pengkoordinator yaitu bapak Gus Rofi’i mantan Kadepag Sidoarjo yang nantinya terus kita bersilaturahmi koordinasi untuk meningkatkan kesejahteraan orang-orang tunanetra di sekitar Kabupaten Sidoarjo,” tandasnya.

Insyaallah Notaris Muslim Indonesia ini merupakan bagian dari teman-teman yang beragama Islam dan tentunya tidak eksklusif, kita seperti biasa bergaul di negara Indonesia ini, tetapi ada bidang strasingnya yaitu kita dalam bidang berdakwah, mengadakan pengajian, silaturahmi dan ada kegiatan-kegiatan tahfidz yang kita selenggarakan, dan yang kedua adalah kita kegiatan sosial termasuk di waktu bencana alam gunung Semeru, kita juga datang kesana berbuat termasuk rencana akan mendirikan masjid di sana.

Kita juga di gunung Semeru memasang pipanisasi air bersih di masyarakat sekitar sana dengan kerjasama dengan BMH. Termasuk juga kita sekarang lagi kerja sama dengan lembaga-lembaga BMH yang terkaitanya dengan pembangunan rumah-rumah ngaji yang kira-kira tidak layak kita suport untuk dibenahi dibangun supaya untuk anak-anak ngaji ini bisa nyaman.

Insyaallah hari minggu tanggal 24 April 2022 kita juga berbuka dengan anak-anak Yatim dan berbagi pada masyarakat di Malang yaitu tempatnya di Hotel Ibis Malang.

“Kita ingin berbuat untuk masyarakat, membantu program pemerintah khususnya didalam mensejahterakan masyarakat Indonesia,” tutupnya.

Sementara Ketua yayasan masjid Al Iklas, H. Ahmad Rofiq SH., MPd., menyampaikan, Agenda hari ini kami dari Pertuni (Persatuan Tunanetra Indonesia) pada hari ini telah mempertemukan dengan seorang yang kaya kemudian berbudi luhur, bisa berbagi rasa, dan berbagi rizki yang datang ketempat ini menyantuni 75 Pertuni dan anak yatim se-Kabupaten Sidoarjo dengan beberapa bingkisan yang dari para anggota Korwil Jatim NMI.

“Kami berharap mudah-mudahan ini adalah suatu harapan yang tidak saja Ramadhan tapi memang orang-orang Pertuni ini perlu disantuni karena orang-orang ini dalam keterbatasan sehingga dia dalam berusaha ya sulit, mencari nafkapun ada kesulitan, maka ini adalah saat yang tepat apabila NMI datang ketempat ini untuk membantu para tunanetra ini,” tutur Rofiq yang juga Pembina Pertuni Kabupaten Sidoarjo.

“Kami berharap bahwa kebaikan ini bisa menyalurkan yang lebih baik lagi, ketika ketemu dengan orang-orang yang bijak dan lebih memahami tentang keperluan daripada orang-orang Pertuni di Sidoarjo,” harapnya.

Menurut Rofiq, Yang membantu Pertuni ini baru Korwil Jatim NMI. Kami juga menyayangkan wakil-wakil rakyat itu tidak mengcover seperti ini. Ini adalah sesuatu kenaifan, jangan datang ke tempat Pertuni kalau ada perlu-perlu saja. Ini orang yang perlu kebutuhan sehari-hari, maka sebenarnya ini adalah merupakan awal yang baik, mudah-mudahan ini menjadi istiqomah, terus-menerus akan ada bersambungan orang yang akan ada mau mengerti akan kebutuhan orang tuna netra ini.

Kalau orang tuna netra di Sidoarjo tidak dimengerti oleh orang ahi nia itu maka tidak menutup kemungkinan adanya beberapa persoalan-persoalan yang tidak terpecahkan. Karena kita tidak mau peduli kepada orang-orang yang terbatas atau tuna netra yang lemah-lemah ini.

“Harapan kami kedepan bahwa dengan kebaikan yang sudah dilakukan awal ini, kami berharap mudah-mudahan kedepan akan bertemu sebuah keluarga muslim lagi atau siapapun yang terbaik bisa memahami, menyantuni kemudian mengayomi Persatuan Tunanetra Indonesia yang ada di Kabupaten Sidoarjo ini,” imbuhnya. (nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini