- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – RSUD Dr Soetomo sebagai rumah sakit rujukan milik Pemprov Jatim, menghadirkan alat baru yang disebut Stereo Tactic, Jumat (21/10/2022).

Perangkat itu diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama pasien yang menderita gangguan sistem saraf.

Direktur RSUD Dr Soetomo, Dr. dr. Joni Wahyuhadi, Sp.BS (K) , melalui telpon mengatakan, dengan alat ini tim medis mengupayakan semaksimal mungkin demi kesehatan pasien.

“Kita akan bisa membantu close of life dari pasien-pasien itu, seperti pasien tremor itu tidak bisa apa-apa, makan tidak bisa, minum tidak bisa, tapi dengan Stereo Tactic maka paling tidak dia bisa minum sendiri, makan sendiri itu kan sudah luar biasa buat mereka, terang Joni.

“Dulu tahun 2019 kami bisa melakukan tindakan penanganan 18 pasien dengan meminjam alat tersebut. Awalnya kami rencanakan mulai tahun 2020 tapi tertunda, karena Covid 19,” ujarnya dalam konferensi pers.

“Tujuannya adalah supaya langkah tim medis efektif, karena di dalam otak ada bermacam macam tempat dengan berbagai fungsi, menghasilkan zat yang mengatur gerak dan cara berpikir serta menentukan selera. Keberadaan alat itu dapat mengatur bagaimana area di otak tidak mengganggu fungsi tubuh. RSUD Dr Soetomo termasuk rumah sakit yang besar, dan hanya bisa dilakukan di rumah sakit yang lengkap. Serta memerlukan diagnostik. Semoga bisa membantu masyarakat,” sambungnya.

Sejauh ini, lanjut dr Joni, sudah ada 19 pasien yang telah mendapatkan penanganan lewat Stereo Tactic, dan hasilnya lumayan sekaligus meningkatkan kualitas hidup tanpa menimbulkan komplikasi.

Tutur dr. Joni, Ini kedepannya sesuai dengan amanat yang disampaikan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, maka RSUD Dr. Soetomo itu harus bisa mengurangi pasien-pasien yang akan pergi ke luar negeri, maka saya mengembangkan peralatan-peralatan canggih di Graha Amerta. Sehingga dokter-dokter kita yang sudah mumpuni bisa melaksanakan, hanya tinggal sarana pendukungnya saja. Sehingga apa yang dilakukan Singapura itu kita bisa kerjakan semua di RSUD Dr. Soetomo.

“Setelah sukses ini kami akan bergerak dengan Psiko Bedah, jadi pasien dengan gangguan kejiwaan, apabila tidak membaik dengan obat obatan ada kemungkinan dilakukan melalui Stereo Tactic. 2 tahun kedepan kami bisa kesana,” ucapnya.

Sementara Dokter Spesialis Bedah Saraf, Dr. dr. Achmad Fahmi Sp.BS(K)., FINPS., menerangkan, Stereo Tactic ini alat menavigasi setiap area di otak dan memiliki fungsi yang sangat penting.

“Jadi menavigasi area otak yang kami tuju sehingga bisa tepat memiliki akurasi dan presisi. Sebelumnya terlebih dahulu pemilihan pasien sebelum operasi yang dinilai oleh dokter neurologi, rehab medik, psikiatrik,” jelasnya.

“Jadi alat Stereo Tactic ini adalah semacam alat navigasi ke dalam otak yang memiliki akurasi dan presisi yang sangat tinggi, tingkat errornya kurang dari 1 mm (milik meter). Karena kita tahu bahwa area otak itu memiliki fungsi yang sangat penting, di tiap mili meter area otak itu memiliki fungsi yang sangat penting,” tandasnya.

Lanjutnya, Alat Stereo Tactic ini sudah tersedia di Rumah Sakit Dr. Soetomo, terutama di Poli STOC sini, yaitu untuk menavigasi, untuk meyakinkan bahwa kita melakukan sesuatu dengan presisi dan akurat. Dan ini kebanyakan biasanya dilakukan pada tindakan-tindakan yang tidak memerlukan bukaan besar. Jadi bukanya hanya hole (lubang) kecil, jadi kurang lebih bukaan itu selebar diameter 1,4 cm.

Ia memaparkan, Tujuannya Stereo Tactic ini bisa dipakai untuk berbagai macam tindakan yang pertama yaitu untuk paling banyak digunakan untuk pasien dengan movement disorder( gangguan gerakan) terutama pada pasien parkinson’s disease. Parkinson’s dengan keluhannya itu Tremor (kaku lambat). Jadi keluhan dari pasien parkinson’s bisa banyak berkurang.

Pasien yang lain biasanya Distonia (kekakuan pada tubuh, yang narik-narik pada tubuhnya) , yang lain itu adalah tremor (gemetar) itu juga bagus dilakukan dengan Stereo Tactic bringmantioning.

Lebih lanjut Fahmi menjelaskan, Fungsi yang lain dari Stereo Tactic ini juga bisa berfungsi untuk mengambil pendarahan. Kalau jaman dulu pendarahan otak, stroke itu dibuka lebar, nah sekarang dengan alat Stereo Tactic itu bisa diaspirasi (bisa disedot darahnya. Diambil dengan hanya membuka lubang kecil, tapi tentunya tidak semua pasien bisa dilakukan itu, kita harus memilih pasien mana yang masih perlu dibuka lebar, pasien mana hanya bisa dibuka kecil dengan Stereo Tactic.

Fungsi yang lain adalah misalnya kalau ada infeksi dalam otak, ada abses (ada nanah) di dalam otak itu kita dengan Stereo Tactic tidak perlu buka lebar, hanya buka hole kecil dimasukkan alat untuk disedot.

Fungsi yang lain lagi Stereo Tactic adalah pemasangan selang, bahwasanya kita tahu pasien hidrosefalus yaitu yang membesar karena penumpukan cairan yang kepalanya membesar itu kadang-kadang kalau pada orang dewasa yang terjadi hidrosefalus kepalanya tidak membesar lagi. Kadang-kadang resiko pemasangan selang bisa bleset (salah jalur), dengan alat Stereo Tactic itu tingkat blesetnya sangat kecil. Jadi pasang selangnya pas, sehingga tidak perlu operasi ulang, sedangkan kalau bleset perlu operasi ulang untuk dibetulkan.

“Jadi itulah alat Stereo Tactic yang saat ini sudah dimiliki oleh Rumah Sakit Dr. Soetomo, itu tujuannya adalah untuk menavigasi seorang bedah saraf untuk menentukan letak di dalam otak secara akurat dan presisi. Bisa untuk lesioning, bisa untuk menanam sesuatu, bisa mengambil sesuatu di dalam otak secara akurat,” ujarnya.

Kebanyakan alat Stereo Tactic di RSUD Dr Soetomo ini mosli paling banyak digunakan untuk pasien parkinson’s, tremor, distonia.

“Kegunaan Stereo Tactic lainnya untuk ambil contoh tumor itu juga bisa. Kita juga pernah lakukan disini, tumor kita tidak tahu jenisnya apa, kita ambil contohnya. Jadi tidak perlu buka lebar untuk ambil contohnya, kita buka kecil aja ambil contohnya. Kalau kita tahu contoh tumor tadi, kita bisa tahu langkah selanjutnya apa,” ujarnya.

Menurut Fahmi, Perkembangan pemakaian alat Stereo Tactic selama ini bagus dan baik, meskipun baiknya itu fluktuatif, maksudnya beda-beda tiap orang ada yang bagus, tapi ada yang bagus diatas 50% dan 60% bagusnya itu ada, tapi ada bagusnya diatas 90% banyak, tergantung case nya. Yang paling bagus pada pasien parkinson’s 80% hasilnya.

“Jadi untuk Stereo Tactic ini kita bisa layani dari berbagai tempat, berbagai pulau dari Indonesia Timur dan Indonesia Barat, karena memang untuk tindakan Stereo Tactic ini terbatas di Indonesia, tidak semua tempat ada. Dulu pada bulan April 2013 kita melakukan pertama kali di Surabaya untuk Indonesia. Terus kita membuka tempat belajar untuk para beda saraf yang mau belajar untuk tindakan Stereo Tactic, sehingga bisa nanti pada waktu balik bisa dikerjakan di tempatnya masing-masing.

“Saat ini sudah ada di beberapa kota untuk melakukan Stereo Tactic ini. Makin lama harapan kita diberbagai tempat di Indonesia sudah banyak yang mengerjakan. Kita juga sebagai pendidik disini, harapannya bisa memberikan ilmu kepada bedah saraf yang lain untuk bisa mengerjakan, sehingga pasien tidak perlu jauh-jauh datang kesini,” harapnya.

Dirinya berharap, Stereo Tactic ini adalah ibarat GPS yang akurat dan presisi, apapun bisa dikerjakan dengan Stereo Tactic kalau memang keperluannya untuk tingkat akurasi dan presisi. Misal menaruh sesuatu, mangambil sesuatu, melakukan sesuatu di otak secara presisi dan akurat. Semoga bisa bermanfaat dalam penanganan pasien dan lebih optimal bisa dikembangkan dengan tindakan lain, selain penyakit gangguan sistem saraf. (nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini