- iklan atas berita -

Metro Times (Jakarta) Pemerintah diminta melakukan evaluasi serius terhadap program vaksinasi Covid-19. Apabila merk vaksin Sinovac buatan China dinilai kurang bagus, bisa diganti dengan jenis vaksin lain yang terbukti lebih efektif.

“Pemerintah jangan ragu untuk mengganti vaksin Sinovac dengan merek lain bila terbukti tidak efektif,” kata Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto, belum lama ini.

Pernyataan Mulyanto,  menanggapi pemberitaan yang menyebut Pemerintah China justru memborong vaksin Pfizer buatan Amerika untuk keperluan vaksinasi rakyatnya.

Kabar itu sontak menimbulkan pertanyaan, bagaimana mungkin China yang selama ini membuat vaksin Sinovac justru malah memborong buatan Amerika tersebut. Apakah Pemerintah China sendiri meragukan kemampuan vaksin produksi dalam negeri mereka?

Pertanyaan mengenai vaksin Sinovac juga masih ada lagi. Beberapa negara yang semula menggunakan Sinovac juga menyatakan beralih ke merek lain. Setidaknya Malaysia dan Thailand akan menghentikan penggunaan Sinovac bila persediaan habis. Selanjutnya akan menggunakan vaksin merek lain untuk kelanjutan program vaksinasi di negara mereka.

ads

“Pemerintah harus jujur melakukan evaluasi ini. Semua harus diungkap apa adanya. Jangan sampai uang yang ratusan triliun untuk vaksinasi tidak berdampak terhadap upaya penanggulangan Covid-19 di tanah air,” tegas Mulyanto, Kamis (22/7).

Ia melanjutkan, pemerntah harus segera evaluasi vaksin Sinovac secara serius, karena faktanya efikasi vaksin ini menurut WHO hanya 51 persen dan hasil Uji BPOM hanya 65 persen.

“Kan masih ada jenis vaksin yang lebih tinggi efektivitasnya. Jadi wajar kalau kita minta pemerintah mengganti vaksin Sinovac ini dengan jenis vaksin yang efikasinya lebih tinggi,” kata Mulyanto.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!