- iklan atas berita -

 

 

Oleh : Dr Joko Hartono Kalisman,SE,Ak,MM,CA,ACPA 

 

       MetroTimes (Bandung) – Sebagai referensi wawasan dan materi ini dipersembahkan dari hasil pendidikan dan pelatihan Sekolah Staf dan Pimpinan Bank angkatan 72 tahun 2020, dengan hasil analisa dan observasi data, dimulai dari fenomena tantangan bisnis saat ini dan mendatang ditambah dengan adanya badai Pandemi Covid-19, sehingga mengharuskan ketahanan bisnis harus berjalan walaupun terjadi adanya pemangkasan karyawan dan produksi yang harus dilakukan efisiensi dengan berpikir perusahaan bisnis harus tetap berlaba dan bahkan harus menjadi juara dan bertahan. Kondisi tersebut tidak lepas adanya pemikiran untuk bertahan dan terus melakukan “enchancing“, produksi dengan melakukan kolaborasi eksekusi bisnis dan layanan teknologi. Hal ini berlaku semua jenis usaha termasuk perbankan jelas harus menjadi bahan utama usaha bank menjadi kuat dan bertahan, seperti layanan teknologi saat ini telah berjalan seperti layanan electronic channel berupa sms banking, internet banking dan mobile banking serta jenis lainnya mendukung kepada industry 4.0 menuju persiapan industry 5.0 termasuk pasar yang dibidik dominasi berubah kepada pasar milenial yang sangat terbuka lebar.

    Kolaborasi eksekusi bisnis dan layanan teknologi sangat diperlukan dan harus bersinergi karena menghasilkan kinerja semakin meningkat. Tentu melaksanakan eksekusi bisnis harus menjalankan 6 prinsip secara terarah, yaitu 1) Clarity, harus paham target yang jelas dan wajib dilaksanakan, 2) Commitment harus sungguh mengerjakan dan tuntaskan target, 3) Translation into action melaksanakan dengan tindakan, 4) Enabling, memikirkan cara mudah untuk menuntaskannya, 5) Synergy, harus fokus dan 6) Accountability, memiliki tanggungjawab dan kewajibannya.

Pelaksanaan 6 prinsip tersebut dengan baik harus dapat menekan beban performance yang terukur, sehingga hasilnya kepada enchancing menjadi besar dan berkualitas. Hal ini perlu dipikirkan dari sarana eksekusi berteknologi memudahkan kepada layanan. Layanan teknologi harus agile dan mendukung kepada experience customers. Peningkatan layanan teknologi, harus diperlukan adanya 3 ( tiga ) hal yang menjadi pondasi bisnis berjalan, yaitu 1) Kapabilitas Infrastruktur Middleware, aplikasi / fitur yang ditawarkan menarik dan dapat ditampung didalam middleware dengan baik sehingga kepada hasil akhir tidak mengganggu core banking, 2) Perfomansi delivery channel, perlu disiapkan dengan baik dan terjangkau dari tersediannya sarana layanan seperti ATM, mesin EDC dan 3) Fitur layanan electronic channel, perlu terus dikembangkan dari yang ada menjadi baik, trend dan menarik serta yang masih dikembangkan untuk memudahkan customers seperti mobile banking, QR payment, lifestyle transaction dengan nyaman, aman dan no complain. Kedua kolaborasi tersebut perlu juga dipagari dengan regulasi bisnis baik dari lembaga – lembaga pemerintah yang harus mengawasinya seperti Otoritas Jasa Keuangan untuk mengawasi operasional usaha jasa keuangan dan non keuangan.

    Realisasi terwujudnya kolaborasi tersebut setiap bisnis harus dapat menilai dari potensi kelebihan dan kelemahan pada saat dipandukan antara eksekusi bersinergi dengan layanan teknologi, dapat menggunakan Analia SWOT (SO,WO,ST dan WT), sehingga menghasilkan dari implementasinya dengan baik dan berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa pelaksanaannya tersebut dapat dilaksanakan dengan menggunakan kolaborasi berbasis “ KOPTER “. KOPTER adalah bahasa dekontruksi sebagai semangat berekspresi yang terarah dan bermanfaat bagi performance yang dieksekusi melalui adanya penguatan produk yang didukung teknologi dan human capital yang memadai yang sinergi. Arti KOPTER dari “ KOP” disebut kekuatan produk, “TE” Teknologi dan “R” Reborn Human Capital “. Kekuatan produk harus dapat memenuhi ekspentasi konsumen yang bernilai tambah dan kuat atas kesetiaannya, Teknologi menjadi prioritas saat ini dibutuhkan terhadap ekspentasi tinggi untuk dipenuhi dengan baik dan Human Capital harus dibekali skill trend kemampuan saat ini pemahamaan penggunaan teknologi untuk mendukung kekuatan produk yang dapat dieksekusi di pasar . Adapun pasar dimaksud, diterjemahkan gambar dibawah ini

Penetrasi Bisnis Pasar

    Menyikapi hal tersebut maka perlu adanya enchancing bisnis dimaksud menjadi lebih baik dalam menerapkan kolaborasi eksekusi bisnis dan layanan teknologi melalui 1) Saling bersinergi antar unit bisnis dan support dengan melakukan action plan yang jelas dan tereksekusi 2) Pengembangan keahlian human capital melalui reborn iklim bisnis berbasis teknologi secara berkualitas  3) Penerapan eksekusi bisnis berbasis KOPTER ( kekuatan produk, teknologi dan reborn HC ) berkelanjutan disinikronisasi dengan baik 4) Penguatan digitalisasi banking dengan baik termasuk penguatan DRC ( Disaster Recover Centre )  menjaga kualitas layanan dan pengamanan tata kelola operasional teknologi yang kuat . Dari keempat tersebut dilaksanakan secara bersungguh – sungguh dengan terpola baik pasti harapan bisnis menjadi performance yang besar dan aman.

    Mudah – mudahan dengan memberikan sekilas hasil analisa yang telah dipresentasikan tersebut memberikan wawasan atau pandangan bagi para pelaku bisnis untuk mengubah strategi secara baik lagi melalui kolaborasi eksekusi bisnis dan layanan teknologi berkualitas di era milenial ini yang secara langsung maupun tidak langsung memberikan kontribusi dan added value yang bermanfaat dan laba serta berkualitas. (nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini