- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Dalam menjalankan tugas guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial, mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai tugas dan prestasi kerja, dan hak-hak lainnya.

Mantan Guru SMPN 12 Surabaya, Dr. H. Rasiyo, M.Si., sekarang Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur, nomer urut 1, Dapil 1 Kota Surabaya, mengatakan, Kualitas guru akan dicapai apabila dapat dipenuhinya kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan oleh guru. Kebutuhan yang sangat mendasar adalah kebutuhan kompensasi. Salah satu usaha untuk meningkatkan prestasi kerja adalah dengan melalui pemberian kompensasi. Manusia bekerja untuk mendapatkan uang sebagai balas jasa guna mencukupi kebutuhannya, terutama kebutuhan pokok.

Di berbagai wilayah di Indonesia, masih banyak dijumpai guru-guru yang memiliki keterbatasan ekonomi. Relitas tersebut menunjukkan adanya ketidak seimbangan dari sistem pendidikan secara nasional untuk memberdayakan guru-guru di berbagai wilayah. Lanjut Rasiyo, Hal ini berbanding terbalik dengan tuntutan seorang guru yang begitu tinggi, harus mencetak generasi yang unggul secara intelektual, ekonomi, moral, dan sosial dalam kata lain menjadi peserta didik yang sempurna dalam hidupnya.

“Ketika guru tidak dipedulikan kesejahteraannya dan kualitas hidupnya, maka bagaimana dengan tuntutan yang diemban guru dapat terwujud,” katanya.

ads

“Jika dilihat dari kesejahteraan yang diterima oleh guru, bagi guru yang berstatus sebagai PNS dengan gaji yang rata-rata diatas UMR serta beberapa tunjangan yang diperoleh, mungkin kesejahteraannya sudah dapat dikatakan sesuai dengan tanggungjawab dan tuntutan yang diemban,” terangnya.

Menurut Rasiyo, Sebenarnya kalau dibandingkan pada saat saya dulu jadi guru, sekarang ini jauh lebih baik kesejahteraannya. Ada tunjangan fungsional dengan angka kredit mendorong kesejahteraan. Bahkan sekarang ada gaji yang ke 13, terus tunjangan dari ASN dinaikkan walaupun hanya 12%, kemudian masih ada lagi PPPK yang bisa diangkat menjadi pegawai negeri sipil, itu perhatian dari pemerintah dalam hal meningkatkan kesejahteraan para guru.

“Saya dulu waktu jadi guru, gajinya hanya 5 ribu itu pun diterima tiga bulan sekali GTT. Kemudian pada saat diangkat menjadi pegawai negeri sipil, saya sarjana muda itu golongannya II B gajinya sangat kecil sekali. Jadi sebenarnya kalau dibandingkan dengan saya dulu menjadi guru pada tahun 1975 itu sekarang sudah jauh lebih baik. Namun kami mendorong pada pemerintah nanti seperti apa yang disampaikan melalui visi misinya masing-masing calon Presiden, yang ingin memperhatikan kesejahteraan guru agar direalisasi program-programnya,” tegasnya.

Mengenai Kualitas Pembelajaran.

Rasiyo Mantan Sekda Provinsi Jawa Timur di era Gubernur Pakde Karwo menuturkan, Sekarang ini kurikulumnya merdeka, artinya guru itu diberikan kewenangan luar biasa, dalam rangka menyelenggarakan proses belajar mengajar. Guru dituntut betul berperan aktif kreatif.

Ia melanjutkan, Permasalahannya kurikulum merdeka, kadang-kadang panduannya dari pusat juga hanya melalui IT, sedangkan dipihak lain semua guru juga tidak memahami IT dengan baik, kadang-kadang pembelajaran online, ini juga perlu dipertimbangkan betul, pembelajaran online dengan tatap muka langsung itu beda.

“Sekarang Menteri dan Dirjen jarang turun ke daerah-daerah. Pada saat saya dulu menjadi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur kalau ada kebijakan, Kepala Sekolah dikumpulkan langsung Orel, tetapi sebagian bisa dalam bentuk edaran bentuk online, walaupun waktu itu belum online. Kedua-duanya harus jalan, sekarang tidak,” ujarnya.

Ia memaparkan, Pada umumnya Dirjen nya di Jakarta dan pembelajarannya dengan online, kebijakan-kebijakan baru dijelaskan dengan online. Jadi penyadapan informasi langsung dengan online itu berbeda. Dan kualitas orang yang memahami juga berbeda-beda, misalkan penjelasan Menteri dengan penjelasan Dirjen juga beda-beda. Beda lagi kalau orel tatap muka dijelaskan dengan contoh contoh yang kongkrit saya kira akan lebih bagus. Sehingga nanti saya mohon dengan sangat, Menteri itu harus sering turun, melihat di lapangan seperti apa dan solusinya bagaimana ?. Sekarang dipandu aja melalui IT semua, pokoknya download, artinya kurang evaluasi mendalam.

Rasiyo menghimbauan untuk guru, Sekecil apapun guru itu masih diperlukan. Guru jangan sampai memberikan pendidikan yang keliru, karena itu yang ditekankan peningkatan iman dan taqwa, misalkan datang mengucapkan salam, memberi contoh yang baik. Saya terhenyu ketika guru melakukan kegiatan-kegiatan yang ceroboh kepada muridnya, tidak senonoh kepada muridnya. Guru itu ya digugu Ya ditiru. Guru itu adalah segala-galanya. Apapun yang diperbuat guru akan ditiru oleh muridnya, jadi jangan sampai guru memberi contoh yang tidak mendidik.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!