- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Pemilihan Umum tanggal 14 Februari 2024 (Pemilu) kurang empat minggu lagi. Sehingga Calon Presiden & Calon Wakil Presiden RI dan Calon Legislatif baik DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten /Kota makin optimal menyapa masyarakat.

Demikian pula Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Demokrat, Dr. H. Rasiyo, M.Si, Nomer Urut 1 Dapil 1 (Kota Surabaya), pada warga RT 003, RT 004 dan RT 007 RW 04 Tenggilis Lama menyampaikan, Saya senang berada di Tenggilis Mejoyo karena sambutannya yang sangat luar biasa, dan diberi kesempatan untuk menyapa warga Tenggilis dan sosialisasi mencoblos surat suara yang benar, karena kalau tidak kesini tentu panjenengan tidak kenal dengan saya. Dan saya mohon doa restu tentang pencalonan saya menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.

Pertemuan warga yang santai, sesekali diselingi candaan, sehingga warga sangat antusias untuk menyimak saat menerima kedatangan Dr. H. Rasiyo, M.Si., Nomer Urut 1 Dapil 1 Kota Surabaya dan Caleg DPRD Kota Surabaya, Fransisca Adiana, S.Psi., M.M., Nomer Urut 3 Dapil 3 dari Partai Demokrat. Yang keduanya berlatar belakang sebagai guru.

Menurut Rasiyo, merupakan hak warga didalam melaksanakan kegiatan pemilu, jangan sampai tidak digunakan dengan baik. Itu hak dan kewajiban masyarakat untuk menentukan masa depan bangsa. Makanya pemerintah kalau ingin merubah kebijakan yang menyeluruh harus melaksanakan kegiatan Pemilu 5 tahun sekali itu harus di ikuti semua warga, kalau warga tidak peduli itu artinya warga tidak mau merubah bangsa menjadi bangsa yang baik.

ads

Lanjut Rasiyo menjelaskan, Wakil itu dikenal dulu, yang akan dipilih itu dengan benar-benar. Saya harus pahami dengan baik, saya kenal dengan baik orang ini yang akan mewakili saya, dan yang akan meningkatkan kesejahteraan saya pada kelak nanti. Jadi harus yakin betul, jangan asal menyerahkan nasib bangsa pada orang yang tidak diketahui track recordnya.

“Warga kalau tidak memiliki Wakil di Legislatif sulit juga, karena permasalah di daerah itu banyak. Permasalah sosial ya disampaikan ke wakilnya, seperti masalah sekolah, masalah kesejahteraan, masalah UMKM, dan masalah lainnya yang timbul di masyarakat karena kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat. Wakil itu bukan Partai, wakil rakyat itu orangnya. Jadi orangnya yang dipilih bukan partainya,” terang Rasiyo pada warga Tenggilis Mejoyo.

Warga harus kenal dulu wakilnya, dan yang penting track recordnya. Saya dari guru SMPN 12 Surabaya sampai menjadi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, kalau bukan orangnya kerja yang benar tidak mungkin dipilih. Lanjutnya, Kemudian setelah Pak De Karwo jadi Gubernur, yang namanya Rasiyo itu menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur. Kalau tidak berkualitas tidak mungkin diangkat jadi Sekda.

“Saya jabatan birokrasinya sudah paling tinggi di Provinsi Jawa Timur. Sekarang saya berubah ke politik, karena saya ingin pengalaman-pengalaman saya di birokrasi akan saya sampaikan tularkan di legislatif nanti. Karena Sekda itu ketua anggaran, Sekda itu adalah orang yang ditugasi oleh Gubernur untuk menyusun anggaran di pemerintahan, bersama dengan legislatif,” tuturnya.

“Saya sudah pengalaman untuk menyusun anggaran dan Sekda itu sudah diuji. Jadi tidak mungkin kalau saya sudah terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur akan lupa dengan warga yang saya kunjungi,” tegas Rasiyo.

“Saya meminta untuk hati-hati dengan serangan fajar. Beda yang saya lakukan, saya sowan ke panjenengan, saya memperkenalkan diri, saya mohon doa restu, kemudian saya memberitahu bagaimana cara memilih. Dan saya berharap warga Tenggilis Mejoyo adalah masyarakat yang cerdas dalam melaksanakan pemilu yang demokratis ini,” tutupnya.

Sementara Tokoh masyarakat Andang Wijaya, usai acara kepada media mengatakan, Saya berharap pak Rasiyo membawa nafas pendidikan di Jawa Timur, karena pendidikan kalau tidak diperhatikan nanti akhirnya tembusnya ke bangsa dan negara. Seandainya Pak Rasiyo nanti terpilih, berarti di dunia kependidikan itu menjadi lebih baik daripada yang sudah ada.

Menurut Andang, Pak Rasiyo, saya yakin bisa mengembangkan menjadi baik khususnya sistem pendidikan yang ada. Paling tidak yang tidak punya uang itu, tapi mampu otaknya atau pandai akan mendapatkan kesempatan yang sama dengan yang punya uang.
Karena kalau pak Rasiyo jadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, maka teorinya legislatif yang mengarahkan jalannya.

“Mudah-mudahan yang tadi disampaikan pak Rasiyo, benar-benar terbukti untuk tahun 2024 sampai dengan 2029 sampai berakhirnya masa beliau,” harapnya.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!