- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Penjaringan aspirasi masyarakat anggota DPRD Kota Surabaya, Dyah Katarina, S.Psi. M.Si., Komisi D (Bidang Pendidikan dan Sosial), Fraksi PDI Perjuangan, masa reses tahun sidang kelima, masa persidangan kedua tahun anggaran 2024. Di Karah Agung VI Balai RT 003 RW 10, Kel. Karah Kec. Jambangan Surabaya, Senin (22/1/2024).

Dalam menjaring aspirasi masyarakat di Karah Agung VI RT 003 RW 10, Dyah Katarina, S.Psi. M.Si. Fraksi PDI Perjuangan Komisi D (Bidang Pendidikan dan Sosial) menyampaikan, Pemerintah Kota Surabaya melalui Musrembang menyampaikan program kebanyakan berupa fisik, dan biasanya yang diundang adalah RT, RW, dan PKK.

Jadi program-program yang hampir tidak disampaikan di Musrembang, berupa program non fisik seperti zakat, padat karya, dan pelatihan-pelatihan yang jarang dibahas di Musrembang.

“Jadi untuk mengatasi program yang tidak dibahas di Musrembang, maka tugas anggota DPRD itu untuk menjaring aspirasi di masyarakat. Sehingga dalam setahun kami anggota DPRD itu ada masa Reses (masa sidang yang dilakukan bersama masyarakat) di Daerah Pemilihan (Dapil) anggota DPRD tersebut,” terang Dyah yang Dapilnya di Dapil 4, meliputi Kecamatan Sukomanunggal, Kec. Sawahan, Kec. Jambangan, Kec. Gayungan, dan Kec. Wonokromo.

ads

”Setiap jaring aspirasi kami anggota DPRD kebanyakan bertemu dengan ibu-ibu, dan biasanya ibu-ibu lebih memikirkan Program atau Pelatihan. Jadi program yang belum dijalankan di daerah sini sedangkan daerah lain sudah, maka perlu memberitahukan ke saya, supaya saya bisa menanyakan ke Pemkot,” katanya.

“Untuk mengentas kemiskinan Pemerintah kota sudah melakukan banyak hal. Jadi selain memberikan bantuan langsung, tapi Pemkot Surabaya juga memberikan pembekalan berupa pelatihan. Supaya warganya bisa mandiri,” ujarnya kepada warga Jambangan agar semangat.

“Saya ini hanya mediator / penyambung lidah warga masyarakat Surabaya yang akan disampaikan ke Pemerintah Kota,” ujar Dyah Katarina, istri mantan Walikota Surabaya Bambang DH.

Ada beberapa permintaan dan saran dari warga Jambangan yang akan disampaikan ke Pemkot kota Surabaya, misalnya mengenai bantuan sosial, fasilitas, dan penanganan Satpol PP sewenang-wenang dalam penertiban PKL.

“Saya mengedukasi masyarakat bahwa cara reses yang benar itu seperti ini memperjuangkan aspirasi masyarakat. Karena melalui jaring aspirasi, dewan biasanya lebih mengkritisi, mencermati program-program kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah kota Surabaya.,” tuturnya.

“Mudah-mudahan warga menjadi semangat untuk menyampaikan usulan, saran, dan kritik, karena itu akan menjadi bahan perbaikan-perbaikan program di pemerintah kota Surabaya,” pungkas Dyah.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!