- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Pemilihan umum (Pemilu) tinggal 41 hari lagi. Calon Legislatif (Caleg) dari semua Partai peserta Pemilu semakin giat memperkenalkan diri agar dikenal masyarakat, seperti yang dilakukan mantan guru SMPN 12 Surabaya, Dr. H. Rasiyo MSi., Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur Nomer Urut 1, Dapil 1 (Kota Surabaya) dari Partai Demokrat dengan menyapa warga RW 02 Bhaskara, Kel. Kalisari, Kec. Mulyorejo Surabaya, Rabu malam (3/1/2024).

Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Demokrat, Dr. H. Rasiyo, M.Si, Nomer Urut 1 Dapil 1 Kota Surabaya di Pemilu 2024, pada warga RW 02 Bhaskara mengatakan, Penghargaan yang luar biasa bagi saya, diberi kesempatan untuk berdialog dan menyapa warga, karena kalau tidak kesini tentu panjenengan tidak kenal dengan saya. Dan saya mohon doa restu dan dukungan tentang pencalonan saya menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.

Rasiyo menjelaskan, bahwa wakil rakyat di Legislatif itu penting, kalau bisa wakil itu dari asalnya atau dekat dengan wilayah pemilih. Jangan wakil dari Dapil lain, terus permasalahannya di Bhaskara, maka tidak terselesaikan karena bukan wakil. Maka saya mohon doa restu, dan bapak ibu harus yakin saya harus menjadi pak Rasiyo, saya harus menjadikan ibu Fransisca sebagai wakil saya. Jadi wakil beneran, karena nanti permasalahan permasalah itu dikomunikasikan dengan wakil panjenengan. Seperti masalah Fasum, UMKM, Sekolahan, pekerjaan susah dan itu dikomunikasikan dengan wakilnya. Wakil itu ujung tombak suara panjenengan di pemerintahan.

ads

Pertemuan warga yang santai, sesekali diselingi candaan, sehingga warga sangat antusias dan gembira saat menerima kedatangan Dr. H. Rasiyo, M.Si., Nomer Urut 1 Dapil 1 Kota Surabaya dan Caleg DPRD Kota Surabaya, Fransisca Adiana, S.Psi., M.M., Nomer Urut 3 Dapil 3 dari Partai Demokrat. Yang berlatar belakang sebagai guru.

Menurut Rasiyo, bahwa Surabaya itu luas, ada 31 Kecamatan, 154 Kelurahan, dan 2500 RW, Permasalahan di RW satu dengan RW yang lain itu beda. Jadi itu merupakan tugasnya wakil rakyat untuk menyampaikan dan mendorong pemerintah agar diprioritaskan, makanya jenengan harus kenal wakilnya dulu. Hanya yang kita sayangkan, kita tidak kenal wakilnya, karena serangan fajar di kasih uang 50 ribu lalu dicoblos. Hal-hal seperti itulah yang harus kita hindari, kita harus melaksanakan Pemilu yang demokratis dan berkualitas.

“Saya memperkenalkan diri karena kalau tidak kenal maka tidak sayang. Saya dibesarkan dari keluarga guru, saya sendiri guru. Jadi basic nya guru, saya setelah guru menjadi kepala sekolah di Paciran Lamongan. Saya hanya mau menunjukkan perjuangan saya dari bawah dan dipindah-pindah. Ini menunjukkan kesungguhan dan prestasi saya,” ujarnya.

Caleg nomor urut 1 Dapil 1 Partai Demokrat untuk DPRD Jatim ini memiliki pengalaman karir yang cukup moncer. Ia pernah menjadi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan pernah juga menjabat Sekdaprov Jatim.

Selain pernah menjadi Sekdaprov Jatim, dan Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Rasiyo juga pernah menjadi guru di SMPN 12 Surabaya kemudian menjadi Wakil Kepala Sekolah SMPN 12, terus Kepala sekolah SMPN 1 Paciran Lamongan, kemudian pindah Kepala SMPN 1 Cerme, dipindah lagi Kepala Sekolah SMPN 1 Gresik dekat dengan PT. Petrokimia Gresik. Sehingga bisa dilihat track record memang basicnya guru, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum di Gentengkali, Surabaya. Dan dipercaya menjadi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan diangkat menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur.

Rasiyo dan Fransisca juga sosialisasi cara mencoblos di kertas suara. Dan mengajarkan lagu dalam bentuk Taman Kanak-Kanak untuk mengingat mencoblos 14 1 Bapak Rasiyo dan 14 3 Fransisca Adiana.

“Saya meminta agar warga masyarakat Bhaskara memilih Caleg yang turun menyapa warga, berkenalan dengan masyarakat dan mengetahui track recordnya, sehingga bisa tahu mempunyai Wakil yang jujur, Wakil yang senantiasa peduli dengan rakyatnya, Wakil yang tidak korupsi, dan Wakil yang tidak sombong,” tandasnya.

Rasiyo berpesan, Hati hati dengan serangan fajar. Beda yang saya lakukan, saya sowan ke panjenengan, saya memperkenalkan diri, saya mohon doa restu, kemudian saya memberitahu bagaimana cara memilih. Jadilah masyarakat yang cerdas dalam melaksanakan pemilu yang demokratis ini.

Sementara pada pertemuan sapa warga RW 02 Bhaskara, tokoh masyarakat Bapak Agus Mawardi, Bapak Alwi, dan Bapak Yono yang mendampingi Dr. H. Rasiyo M.Si., dan Fransisca Adiana, S.Psi., M.M.,mengatakan, kita perlu mempunyai wakil di DPRD Provinsi dan Kota, karena pada tahun 2020 kami sudah mendapatkan dana Hibah dari anggota dewan Provinsi ibu Anti. Jumlah kira-kira 400 sekian juta untuk pembangunan futsal dan lapangan basket.

Agus melanjutkan, Namun pada saat dari provinsi sudah datang dananya tidak bisa dicairkan karena terkendala itu di Lurah yang tidak mau memberikan surat pernyataan, yang akhirnya saya minta untuk membuat berita acara bahwa menolak karena lapangan Bhaskara ini belum diserahkan ke Pemkot.

“Menjadi pertanyaan ini kan dana Hibah, belakangan baru diketahui ternyata disitu saya melihat Lurahnya bermain politik juga yang seharusnya tidak boleh akhirnya kita juga keras supaya Lurah juga tidak membuat acara dilapangan,” tegasnya.

Menurut Agus, Kebetulan sekarang tahun politik, warga Bhaskara dan sekitarnya minimal kita harus mempunyai bapak-bapakan atau ibu-ibuan. Kita mempunyai bapak mudah-mudahan dengan rahmat Tuhan semoga pak Rasiyo bisa menjadi anggota dewan provinsi dan juga ibu Fransisca juga bisa menjadi anggota dewan kota Surabaya. Tujuannya supaya kalau ada apa-apa di pemerintahan, kita mempunyai bapak atau ibu untuk membantu masyarakat yang ada di wilayah kita ini khususnya di Bhaskara.

“Saya berharap warga masyarakat marilah sama-sama menyatukan visi misi, agar kita mempunyai bapak dan ibu anggota dewan yang mewakili masyarakat di Surabaya khususnya Bhaskara.

” Saya selaku tokoh masyarakat menjembatani dan mengajak warga Bhaskara sama-sama kita berjuang satu visi satu misi mewujudkan Bhaskara ini menjadi tempat yang aman, yang nyaman tentram, syaratnya satu punya anggota dewan Provinsi, Kota, maupun RI,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Tokoh masyarakat Bapak Alwi, yang menjadi topik masalah di Bhaskara yaitu fasum yang akan kita sampaikan khususnya kepada Bpk. Rasiyo dan Ibu Fransisca, mudah-mudahan bisa memperjuangkan karena sudah cukup lama masalah fasum ini yang terkatung-kantung.

“Kemudian peninggian paving yang ada di RT 10, perbaikan saluran box culvert RT 9, RT 8 sekeliling lapangan yang akan kita penataan sampai sekarang juga terkendala masalah fasum tersebut oleh pemerintah kota Surabaya yang masih belum bisa dipenuhi,” tandasnya.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!