- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Kegiatan menyapa warga untuk mendekatkan diri dengan warga, agar warga tahu track record calon legislatif, tadi malam dilakukan oleh Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur Dr. H. Rasiyo, M.Si., Nomer Urut 1 Dapil 1 Kota Surabaya dan Caleg DPRD Kota Surabaya H. Junaedi, Nomer Urut 1 Dapil 1 (Kec. Simokerto, Bubutan, Tegalsari, Krembangan, Genteng dan Gubeng)
dari Partai Demokrat, yang dilaksanakan di Sidoyoso 2, RW 14, Kel. Simokerto, Kec. Simokerto Surabaya, Selasa malam (23/1/2024).

Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Demokrat, Dr. H. Rasiyo, M.Si, Nomer Urut 1 Dapil 1 (Kota Surabaya), menyampaikan, Saya senang karena sambutan warga Sidoyoso 2 yang ceriah sangat luar biasa, dan diberi kesempatan untuk menyapa dan sosialisasi mencoblos surat suara yang benar. Seandainya saya tidak kesini tentu panjenengan tidak mengenal saya. Dan saya mohon doa restu tentang pencalonan saya menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dan H. Junaedi DPRD Kota Surabaya.

Menjalin silaturahmi menyapa warga dengan santai, sesekali diselingi candaan dengan ibu-ibu yang santui, sehingga warga sangat antusias untuk menyimak saat Dr. H. Rasiyo, M.Si., dan H. Junaedi memberikan sosialisasi.

Menurut Rasiyo, Pemilu merupakan hak warga, maka jangan sampai tidak digunakan dengan baik. Itu hak dan kewajiban masyarakat untuk menentukan masa depan bangsa. Makanya pemerintah kalau ingin merubah kebijakan yang menyeluruh harus melaksanakan kegiatan Pemilu 5 tahun sekali, kalau warga tidak peduli itu artinya warga tidak mau merubah bangsa menjadi bangsa dan negara yang baik.

ads

Begitu pula dengan wakil rakyat di DPR dan DPRD, Lanjut Rasiyo, Wakil itu dikenali dulu yang akan dipilih dengan benar. Lanjut Rasiyo, warga harus pahami dengan baik, saya kenal dengan baik orang ini yang akan mewakili saya, dan yang akan meningkatkan kesejahteraan saya pada kelak nanti. Jadi harus yakin betul, jangan asal menyerahkan nasib bangsa dan negara pada orang yang tidak diketahui track recordnya.

“Warga kalau tidak memiliki Wakil di Legislatif sulit juga, karena permasalah di daerah itu banyak. Permasalah sosial ya disampaikan ke wakilnya, seperti masalah sekolah, masalah kesejahteraan, dan masalah yang tadi disampaikan oleh Bapak Samsul Ketua RW 14 Sidoyoso 2, mengenai Fasum, Balai RW 14 dan yang lainnya. Sehingga masalah yang timbul karena kebijakan pemerintah yang tidak memberikan manfaat kepada masyarakat. Maka wakil rakyat itu yang akan menyampaikan kepada pemerintah. Jadi wakil rakyat itu orangnya, maka pilih orangnya bukan partainya,” terang Rasiyo.

Warga harus kenal dulu wakilnya, dan yang penting track recordnya. Saya dari guru SMPN 12 Surabaya sampai menjadi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, kalau bukan orangnya kerja yang benar tidak mungkin dipilih. Lanjutnya, Kemudian setelah Pak De Karwo jadi Gubernur, yang namanya Rasiyo itu menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur. Kalau tidak kerja berkualitas tidak mungkin diangkat menjadi Sekda.

“Saya jabatan birokrasinya sudah paling tinggi di Provinsi Jawa Timur. Sekarang saya berubah ke politik, karena saya ingin pengalaman-pengalaman saya di birokrasi akan saya sampaikan tularkan di legislatif nanti. Karena Sekda itu ketua anggaran, Sekda itu adalah orang yang ditugasi oleh Gubernur untuk menyusun anggaran di pemerintahan, bersama dengan legislatif,” tuturnya.

“Saya sudah pengalaman untuk menyusun anggaran dan Sekda itu sudah diuji. Jadi tidak mungkin kalau saya sudah terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur akan lupa dengan warga yang mendukung dan memilih
saya,” tegas Rasiyo.

“Terakhir saya meminta untuk hati-hati dengan serangan fajar. Beda dengan yang saya lakukan, saya sowan ke panjenengan, saya memperkenalkan diri, saya mohon doa restu, kemudian saya memberitahu bagaimana cara memilih. Dan saya berharap warga Sememi adalah masyarakat yang cerdas dalam melaksanakan pemilu yang demokratis ini,” tutupnya.

Sementara H. Junaedi Caleg DPRD Kota Surabaya Dapil 1 (Kec. Simokerto, Gubeng, Krembangan, Tegalsari, Bubutan, dan Genteng), menyampaikan, Saya apresiasi setinggi-tingginya bisa silaturahmi menyapa warga Sidoyoso 2.

Menurut Kaji Jun sapaannya, Kalau pak Rasiyo nomer urut 1 dan saya juga, maka dilihat dari pendidikan politik, kaderisasinya sudah layak untuk menjadi wakil rakyat dan harus dimenangkan.

“Saya tokoh muda, jadi keinginan dan harapan saya sama Pak lek Rasiyo pada tanggal 14 Februari 2024, untuk mengajak, memohon, dan mohon doa restu kepada panjenengan bisa mencoblos Pak lek Rasiyo dan saya,” ujarnya

“Setuju nggeh, sepakat nggeh,” ucap Junaedi dan dibalas warga kompak “Nggeeh, sepakat, siap”. “Berarti sudah janji, kalau sudah janji, harus ditepati,” tandas Junaedi.

Janji Junaedi, Kalau sudah jadi anggota DPRD Kota Surabaya, apa yang menjadi keluh-kesah panjenengan, khususnya Balai RW yang sudah 30 tahun lebih tidak ada bantuan oleh Pemkot. Saya bisa memperjuangkan aspirasi melalui RT RW bisa dibangun oleh warga setempat untuk kepentingan publik atau umum.

Sebenarnya fasum fasum yang ada di pemerintahan kota, baik itu perumahan atau perkampungan yang sudah di tempati Balai RT / RW bisa dibantu.

“Saya harapkan bapak ibu yang hadir di sini jangan sampai golput, jangan sampai tidak hadir, karena satu suara adalah penentuan bapak ibu memilih calon legislatif, yang akan mewakili jenengan,” harapnya.

“Ini janji saya, saya akan memperjuangkan program-program yang pro rakyat, aspirasi dari rakyat, mulai dari pendidikan, kesehatan dan sebagainya,” imbuhnya.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!