MetroTimes (Surabaya) –  Dalam rangka melestarikan budaya bangsa, TNI Angkatan Laut menggelar kesenian Reog Ponorogo yang dimainkan oleh ratusan prajurit siswa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) pada peringatan Hari Pendidikan TNI Angkatan Laut atau Hardikal ke-76 Tahun 2022 di Lapangan Laut Maluku Kodiklatal Bumimoro Surabaya, Jumat (13/5/2022).

Sebanyak ratusan siswa gabungan dari Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata), dan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Kodiklatal dengan antusias mempersembahkan Reog Ponorogo. Cerita Reog Ponorogo sendiri berawal dari Raja Kelana Suwandana dari Kerajaan Bantarangin, yang ingin melamar sang putri Dewi Songgo Langit dengan membawa sajian persembahan sebagai syariat sajian untuk meminangnya. namun di cegah oleh raja kediri bernama singabarong dan disertai para pasukan tentara singo barong dan burung merak.

Sementara, Raja Kelana bepergian bersama wakilnya, Bujanganom dan pengawal raja yang disebut warok. Para pengawal raja ini memiliki kekuatan ilmu hitam yang mematikan lawan. Penampilan para warok memakai celana dan baju hitam. Warok membawa senjata cemeti dan pecut. Kedua kubu kerajaan kemudian saling bertarung mengeluarkan kesaktian. Selama berhari-hari pertarungan, akhirnya Raja Kediri dan Bantarangin saling berdamai. Raja Bantarangin kemudian meminang putrinya Dewi Songgo Langit.

Penampilan Reog Ponorogo Siswa Kodiklatal tersebut berhasil mengundang decak kagum seluruh hadirin. Tari Reog Ponorogo ini merupakan salah satu yanus kesenian bagi Siswa Kodiklatal dalam rangka melestarikan budaya bangsa sekaligus meningkatkan rasa cinta tanah air. (nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini