MetroTimes (Surabaya) – Ajang Inotek Award Tahun 2022 yang digelar Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Jawa Timur semakin diminati beragam peserta dari perwakilan kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Kecamatan Asemrowo masuk nominasi sekaligus mewakili Surabaya dalam lomba Kategori 1 Inovasi Teknologi Provinsi Jawa Timur.

Camat Asemrowo Drs. Bambang Udi Ukoro, MSi., menjelaskan, Pada hari ini Selasa pada tanggal 12 Juli 2022 kami dari Kecamatan Asemrowo mendapat kunjungan tim juri Inovasi Teknologi Provinsi Jawa Timur yang merupakan penilaian tahap ke 3. Kunjungan tim juri ke lokasi Kecamatan Asemrowo untuk meninjau atau melakukan penilaian terhadap Aplikasi SI Asik (Sistem Informasi Andalan, Santun, Inovatif dan Kreatif) yang dimiliki oleh Kecamatan Asemrowo.

“Lomba ini buat kami sesuatu hal yang baru, karena satu-satunya di Jawa Timur nominasi 6 besar tadi hanya Asemrowo atau Kecamatan yang masuk nominasi, lainnya perangkat daerah. Sehingga buat kami tantangan yang besar, kerja keras kami harus kita laksanakan bersama-sama dengan tim, mudah-mudahan Kecamatan Asemrowo sebagai wakil kota Surabaya bisa masuk juara dalam hal lomba Inovasi Teknologi Provinsi Jawa Timur,” terang Bambang saat ditemui media di kantor.

“Kami juga komunikasikan ini dengan pemerintahan, dengan Dinas terkait mudah-mudahan Kecamatan Asemrowo dengan SI Asik ini menjadi Pilot Project untuk Kecamatan lain, agar bisa dikembangkan sehingga semua Kecamatan di Surabaya mempunyai aplikasi yang sama data base awal dan membangun karakteristik wilayah masing-masing per Kecamatan,” ujarnya.

Camat Asemrowo yang suka berinovasi ini menuturkan, SI Asik ini menampilkan suatu aplikasi berbasis web yang dilaksanakan oleh Kecamatan Asemrowo untuk menampilkan data-data dan informasi kegiatan yang ada di wilayah Kecamatan Asemrowo, sekaligus menjadi ruang kerja bagi pengguna, baik itu warga masyarakat Kader Surabaya Hebat, Tokoh masyarakat, RT, RW, termasuk PKK dan perangkat Kelurahan -Kecamatan dalam sub aplikasi yang kita bangun untuk memberikan suatu kemudahan pelayanan dan kegiatan di lapangan.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, Kelebihan aplikasi SI Asik, pertama adalah semua data terkait dengan kondisi wilayah, terkait dengan potensi dan adanya keadaan data base di wilayah Kecamatan Asemrowo itu kita ada. Kedua, kita menampilkan informasi-informasi terkini terkait dengan kegiatan-kegiatan yang ada di Kecamatan Asemrowo. Yang ketiga, kita membangun ruang atau sub aplikasi dalam SI Asik ini untuk membangun ruang kerja yang ada di wilayah Kecamatan Asemrowo.

“Jadi untuk data base dalam omah data, semua warga Kecamatan Asemrowo maupun siapa saja bisa mengakses asemrowo.surabaya.go.id , itu dalam omah data, itu bisa diketahui peta Asemrowo, jumlah penduduk, jumlah tokoh masyarakat, kemudian segala jumlah potensi yang ada, baik itu potensi sosial maupun potensi pemerintahan maupun pembangunan sarana dan prasarana,” tandasnya.

Jadi kalau penilaian hari ini melihat kondisi aplikasi SI Asik itu seperti apa. Kemudian dari pemaparan aplikasi SI Asik itu apa yang menjadi perhatian atau pertanyaan, sekaligus masukan dari dewan juri atau tim jurinya.

“Awal aplikasi SI Asik memasuki Kecamatan Asemrowo di akhir tahun 2019. Kami punya mimpi menghimpun data-data yang ada di wilayah Kecamatan Asemrowo, sehingga dapat melalui Aplikasi dan memudahkan kami membangun atau melakukan akses secara online. Informasi yang dapat diakses tentang Kecamatan Asemrowo misalnya peta wilayah Kecamatan Asemrowo, jumlah penduduk, jumlah data MBR, Jumlah tokoh masyarakat, data tentang sosial, data tentang pemerintahan RT RW, data tentang pembangunan sarana dan prasarana, data terkait dengan bangunan yang ada di wilayah Kecamatan Asemrowo dalam hal kawasan penertiban, data Kesra termasuk Stunting, ibu hamil,” pungkasnya.

Sementara Prasetyo Isbandono, dari Unesa diperbantukan di Balitbang untuk Juri Inovasi Teknologi 2022, yang membawahi Kategori 1 Lomba Inovasi Daerah, menjelaskan, Kebetulan sekarang saya ditugaskan untuk menilai kondisi lapangan yang pada saat beberapa waktu lalu pak Camat Asemrowo sudah presentasi di Balitbang. Dan Ini kami ke sini untuk melihat apakah yang dipresentasikan itu sesuai dengan kenyataan di lapangan. Bahasanya fact finding (pencarian fakta) mencari bukti lapangan, apakah yang kemarin pak Camat sampaikan itu sudah bisa diterapkan sesuai dengan pemaparan kemarin.

Tim jurinya kategori 1 ada 2 orang, Prasetyo Isbandono dari Unesa dan pak Bagus dari BKD.

Ia menuturkan, Kriteria penilaian ada beberapa indikator yang pertama, Keberlanjutan, yang kedua Mudah dilaksanakan, yang ketiga Dampak atau Influence (pengaruh) pada masyarakat yang keempat Terbaru dan yang kelima, Kelayakan untuk diterapkan.

“Ada tahap selanjutnya nanti kami akan melihat Progress Report dari masukan-masukan yang sudah juri berikan pada saat fact finding ini. Itu sekitar bulan Agustus, bisanya menyesuaikan dengan HUT Kemerdekaan. Ibu Gubernur yang akan memberikan penghargaan kepada para pemenang,” terangnya.

Sementara untuk tahun ini Kategori 1 hanya Asemrowo untuk wakil Surabaya, sedangkan dalam lomba ada lima kategori, yang di Asemrowo ini kategori 1 jadi meliputi wilayah Surabaya, Jombang, Mojokerto, Bojonegoro, Tuban,” tutupnya. (nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini