
Metro Times (Purworejo) Ratusan ruang kelas sekolah dasar (SD) di Kabupaten Purworejo mengalami kerusakan. Sayangnya, dana untuk merehab ruang-ruang kelas tersebut belum ada. Sesuai data dari Kasi Sarpras SD Dinas Pendidikan, Pemoda dan Olah Raga Kabupaten Purworejo, Sasmito, terdapat 198 ruang kelas rusak kategiri berat dan 60 ruang kategori rusak sedang.
“Tahun 2019 ini anggaran untuk perbaikan hanya untuk 55 ruang kelas yang diambilkan dari DAK. Kalau yang masuk kategori rusak ringan bisa didanai dengan dana BOS,” kata Sasmito di ruang kerjanya kemarin.
Pihaknya telah mengajukan dana bantuan provinsi untuk renovasi ruang kelas melalui DAK tahun 2020, namun hasilnya harus melalui rekomendasi Kementrian terkait sehingga belum tentu disetujui semua.
“Tahun 2019 ini kami hanya mendapat dana DAK untuk perbaikan sebanyak 55 ruang kelas kategori rusak sedang,” lanjut Sasmito.
Sekolah yang paling banyak mengalami kerusakan ada di Kecamatan Bruno, Kecamatan Pituruh dan Kecamatan Kemiri.
Dindikpora memerlukan dana total Rp 21,018 M jika ingin memperbaiki semua ruang kelas yang rusak. Estimasi kebutuhan dana tersebut dihitung berdasar jumlah ruang kelas rusak dikalikan kebutuhan dana renovasi per kelas.
Untuk kategori rusak berat diperlukan Rp 91 juta per kelas dikalikan 198 dibutuhkan biaya Rp 10,018 M.
Untuk kategori rusak sedang perkiraan biaya per kelasnya Rp 50 juta dikalikan 60 ruang rusak menjadi Rp 3 M. (dnl)




