
Metro Times (Purworejo)-Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) kembali menggelar wisuda dan 50 persen lebih wisudawan memperoleh predikat cumlaude. Sebanyak 644 mahasiswa dan mahasiswi menjalani gelaran tersebut dan 323 orang dari mereka meraih predikat Cumlaude.
“Luar biasa, tahun ini ada peningkatan cukup tinggi. Kalau diprosentase ada 50,2 persen wisudawan yang meraih predikat cumlaude,” ucap Rektor UNPWR, Teguh Wibowo, pada acara Wisuda Sarjana dan Magister Periode I Tahun Akademik 2025/2026, yang digelar di Auditorium Kasman Singodimedjo UMPWR, Jumat (24/10).
Selain itu, pada periode ini terdapat 82 wisudawan yang dinyatakan lulus pada jalur tanpa skripsi atau tanpa ujian skripsi. Mereka berasal dari delapan program studi, di antaranya Manajemen, Pendidikan Bahasa Inggris, PGSD, Psikologi, dan Pendidikan Bahasa Indonesia.
Terpantau, Prosesi wisuda yang dipimpin langsung oleh Rektor UMPWR Dr. Teguh Wibowo, bersama jajaran senat universitas, dosen, serta dan dihadiri pada orang tua wisudawan itu berlangsung hikmat.
Rektor Teguh Wibowo mengajak seluruh peserta untuk memanjatkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT karena telah diberikan kesempatan untuk melaksanakan rapat senat terbuka dalam rangka wisuda sarjana dan magister periode I tahun ini.
“Hari ini kita patut berbangga karena Universitas Muhammadiyah Purworejo kembali melahirkan ratusan lulusan unggul dan berintegritas. Saking banyaknya, kami harus menggelar sidang senat dalam dua tahap yakni hari ini dan besok,” ujarnya.
Ia mengutarakan, pada periode wisuda kali ini, UMPwr meluluskan 644 wisudawan, terdiri atas 362 perempuan dan 282 laki-laki dari berbagai program studi strata 1 (S1) dan magister (S2). Pada program Magister Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 8 wisudawan, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebanyak 50, Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa sebanyak 12, Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 42, Pendidikan Ekonomi sebanyak 21, Pendidikan Matematika sebanyak 42, Pendidikan Fisika sebanyak 8, Pendidikan Teknik Otomotif sebanyak 77, Pendidikan Guru Sekolah Dasar sebanyak 63, Manajemen sebanyak 120, Agribisnis sebanyak 50, Peternakan sebanyak 16, Teknik Sipil sebanyak 49, Teknologi Informasi sebanyak 32, Psikologi sebanyak 42, dan Hukum sebanyak 12.
Wisudawan terbaik diumumkan pada sidang senat terbuka itu. Pembacaan dilakukan dari setiap program studi antara lain Meitri Lindawati dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia memperoleh IPK 3,92, Endah Lestari daru Teknologi Informasi dengan IPK 4,00.
Selanjutnya Widodo dari program Pendidikan Teknik Otomotif dengan IPK 3,89, dan Fatimah Cahyaningtyas dari Magister Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3,88.
Berikutnya wisudawan termuda tercatat atas nama Khalifatur Tania, mahasiswa Program Studi Agribisnis, yang lahir di Purworejo pada 8 Agustus 2004. Kini Khalifatur berusia 21 tahun 2 bulan 17 hari. Sedangkan wisudawan tertua adalah Sumargiyono dari program studi yang sama, kelahiran 15 September 1969, berusia 56 tahun 1 bulan 10 hari.
Tegug Wibowo pada kesempatan itu juga mengatakan bahwa UMPWR terus berusaha dan komitmen menjadi kampus inklusif. Terbukti pada sidang senat ini terdapat tiga mahasiswa non-Muslim dan tiga wisudawan difabel menjalani wisuda.
Wisudawan non-Muslim itu masing-masing Nova Cristiana dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Kristen), Leonard Dipra Mahardika dari Prodi Pendidikan Teknik Otomotif (Kristen), dan Helena Setya Putri daei Prodi Teknik Sipil (Katolik).
Sedangkan tiga wisudawan difabel yaitu Lilik Syafruddin dari prodi Psikologi sebagai penyandang tuna Netra), Amat Mulyadi prodi Psikologi penyandang cacat Fisik serta Sugeng Yuniarto dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa penyandang tuna Netra.
“Keberhasilan mereka menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi. UMPWR akan terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah dan inklusif bagi semua,” tegas Rektor Teguh.
Dalam pidatonya, Rektor juga menegaskan bahwa UMPWR tengah bertransformasi menuju kampus berdaya saing global. Saat ini, universitas tersebut telah menerima 13 mahasiswa asing asal Thailand, Mali, dan Timor Leste, serta menjalin kerja sama dengan 33 institusi luar negeri dalam bentuk kuliah tamu internasional, pertukaran mahasiswa, riset kolaboratif, dan program pengabdian masyarakat lintas negara.
“Internasionalisasi bukan sekadar simbol, tetapi strategi penting agar lulusan UMPwr mampu bersaing di panggung global. Kami ingin melahirkan insan berintegritas, adaptif, dan berwawasan luas yang membawa manfaat bagi semesta,” ujar Teguh menegaskan.
Mengakhiri sambutannya, Rektor UMPWR berpesan kepada para wisudawan agar terus menjaga nama baik almamater dan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.
“Hari ini adalah awal dari perjalanan baru. Jadilah duta Universitas Muhammadiyah Purworejo yang membawa semangat Islam berkemajuan. Semoga langkah Anda selalu diberkahi Allah SWT,” demikian katanya.(tyb)





