- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo rela mengeluarkan anggaran sejumlah Rp 2,4 Miliar untuk pembuatan kalender tahun 2020, anggaran sebesar itu dikeluarkan dengan alasan kalender akan digunakan sebagai media sosialisasi capaian pembangunan daerah.

Anggaran untuk pembuatan kalender tersebut , tercantum dalam  APBD Perubahan tahun 2019 sebesar Rp 2,4 Milliar, dimana pos anggaran terbagi dalam 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sehingga anggaran itu melekat pada masing-masing instansi tersebut.

Dari informasi yang dihimpun dari Pemkab Purworejo, biaya pembuatan kalender ini adalah Rp 8 ribu per-satuanya. Pembuatan kalender sudah dimulai dan ditargetkan akan selesai pada bulan Oktober 2019 mendatang, untuk kemudian disebarkan ke seluruh kalangan masyarakat Purworejo.

Sekretaris Daerah (Sekda) Purworejo, Said Romadon, mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten telah memprogramkan pembuatan kalender tahun 2020 sebanyak 300 ribu eksemplar. Kalender tersebut rencananya akan dibagikan gratis kepada masyarakat.

“Kalender itu digunakan sebagai media sosialisasi capaian pembangunan daerah kepada masyarakat. Selama ini banyak masyarakat yang belum mengetahui hasil kerja pemerintah, kalender ini kami pandang sebagai media yang tepat untuk sosialisasi,” katanya.

ads

Said menjelaskan, pembuatan kalender ini merupakan program pemerintah daerah melalui beberapa organisasi perangkat daerah yang tupoksinya lebih besar dalam hal pelayanan publik, dimana instansi tersebut juga memerlukan media sosialisasi kepada masyarakat.

“Sebagai contoh dinas kesehatan, yang perlu mensosialisasikan gerakan masyarakat hidup sehat, terus dinas lingkungan hidup, yang perlu mensosialisasikan pentingnya menjaga lingkungan, ada lagi Dispermades, yang membawahi persoalan desa, Itu butuh sosialisasi,” ujarnya.

Sementara untuk desain kelender sendiri, nantinya dibuat dengan format 4 halaman berwarna. Halaman pertama berisikan foto Bupati dan wakil bupati Purworejo. Halaman kedua berisi foto pejabat dinas terkait dan foto-foto hasil kegiatan masing-masing dinas serta potensi daerah.

Sosialisasi menggunakan kalender ini nantinya, menurut Said, dapat efektif dalam memberikan informasi pembangunakan kepada masyarakat. “Kalender ini kan awet, dipajang setahun, jadi lebih efektif kalau untuk sosialisasi,” pungkasnya. (dnl)