- iklan atas berita -

METROTIMES ( AMBON ) Tawa ceria dan wajah penuh rasa ingin tahu tampak menghiasi kegiatan pembelajaran siswa kelas 1 dan 2 SD Negeri 4 Halong. Bukan di dalam ruang kelas, melainkan langsung di lingkungan nyata tempat anak-anak belajar melihat, mendengar, mengamati, dan memahami kehidupan secara langsung.

Melalui program pembelajaran luar kelas, SD Negeri 4 Halong menghadirkan metode belajar kontekstual yang bukan hanya membuat anak-anak lebih aktif, tetapi juga membantu mereka memahami pelajaran dengan cara yang menyenangkan dan membekas dalam ingatan.

Kepala SD Negeri 4 Halong, Ria Grafiana Rumte, mengatakan bahwa program tersebut menjadi salah satu langkah sekolah dalam membangun pengalaman belajar yang lebih nyata bagi para siswa sejak usia dini.

“Anak-anak tidak hanya belajar lewat buku atau penjelasan guru di kelas, tetapi mereka melihat dan mengalami langsung apa yang dipelajari. Apa yang mereka lihat secara nyata akan lebih mudah tersimpan dalam ingatan mereka,” ujarnya.

Menurutnya, metode pembelajaran seperti ini sangat penting diterapkan bagi siswa sekolah dasar karena anak-anak lebih cepat memahami sesuatu melalui pengalaman langsung. Dengan turun ke lapangan, siswa dapat menghubungkan teori pelajaran dengan kehidupan sehari-hari yang mereka temui.

ads

Suasana belajar pun berubah menjadi lebih hidup. Anak-anak terlihat antusias bertanya, memperhatikan lingkungan sekitar, hingga berinteraksi langsung dengan narasumber yang ditemui selama kegiatan berlangsung. Hal inilah yang dinilai mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian, serta pola pikir kreatif pada diri siswa.

Tak berhenti sebagai kegiatan sesaat, program pembelajaran luar kelas ini dipastikan akan terus menjadi bagian penting dalam sistem pembelajaran SD Negeri 4 Halong. Sekolah bahkan telah merencanakan agar kegiatan serupa tetap dilaksanakan secara rutin setiap semester dan dimasukkan dalam kurikulum tahun ajaran baru.

“Ini sudah menjadi kesepakatan bersama antara guru dan orang tua siswa. Karena kami melihat manfaatnya sangat baik untuk perkembangan anak-anak,” jelas Ria Grafiana Rumte.

Lebih jauh, ia berharap metode belajar berbasis pengalaman nyata tersebut mampu melahirkan generasi yang cerdas, percaya diri, dan memiliki wawasan luas. Menurutnya, pembelajaran terbaik adalah ketika anak tidak hanya mendengar, tetapi juga mengalami sendiri proses belajar itu.

“Ketika anak-anak melihat, mendengar, dan mengalami langsung, maka pengetahuan itu akan tertanam kuat dalam pikiran mereka. Kelak saat menghadapi pelajaran maupun kehidupan sehari-hari, mereka sudah punya pengalaman nyata untuk memahami dan menyelesaikannya,” tuturnya.

Program ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak selalu harus berlangsung di balik dinding kelas. Di SD Negeri 4 Halong, belajar justru dihidupkan lewat pengalaman nyata — menghadirkan proses pendidikan yang lebih dekat, lebih bermakna, dan lebih membekas di hati anak-anak.( Tasya Patty ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!