- iklan atas berita -

Metro Times (Kebumen) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kebumen optimistis target ketercapaian Universal Health Coverage (UHC) dapat terwujud pada tahun 2019. Namun, untuk menuju UHC dibutuhkan kerja keras dan dukungan dari semua elemen masyarakat.

Hal itu mengemuka dalam acara Media Gathering BPJS Kesehatan Cabang Kebumen di lokasi wisata alam Jembangan Kabupaten Kebumen, Rabu (13/3) pagi. Kegiatan bertajuk Sinergi untuk JKN KIS Berkualitas Tanpa Diskriminasi diikuti para wartawan mitra BPJS Kesehatan dari wilayah Kabupaten Kebumen, Purworejo, dan Wonosobo.

“Kita optimis, UHC dapat tercapai di tahun 2019 ini. Paling tidak pada bulan Juni nanti sudah 90 sampai 95 persen warga terlindungi JKN KIS,” kata Kepala Cabang Kebumen BPJS Kesehatan, Wahyu Giyanto.

Diungkapkannya, optimisme tersebut relevan dengan berbagai capaian program, kemudahan layanan, dan tata kelola BPJS Kesehatan yang telah berorientasi pada Good Governance. Berdasarkan data yang dimiliki per tanggal 4 Maret 2019, jumlah kepesertaan mencapai 2.380.088 atau 78.88 persen peserta se-Kantor Cabang Kebumen. Rinciannya yakni Kebumen sebanyak 1.153.779 atau 84.21 persen, Wonosobo sebanyak 645.110 atau 74.37 persen, dan Purworejo sebanyak 581.199 atau 74.54 persen.

ads

Namun demikian, lanjutnya, berbagai upaya akan terus dilakukan untuk menuju UHC.

”Upaya UHC terus kami lakukan melalui sinergi dengan seluruh pihak terutama Pemerintah Daerah sebagai regulator di tingkat daerah. Kami harapkan paling tidak Kabupaten Kebumen dapat mencapai UHC pada tahun 2019 ini. Saat ini kami sedang menjajaki untuk kerja sama dengan kecamatan sebagai salah satu kanal drop box selain untuk pendaftaran peserta baru juga untuk perubahan data,” ungkap Wahyu.

Wahyu mengakui bahwa upaya yang dilakukan memang tidak mudah dan butuh kerja keras. Karena itu, pihaknya tidak hanya menggandeng stake holder. Sinergitas dengan seluruh elemen masyarakat akan ditingkatkan melalui berbagai terobosan, salah satunya melalui Badan usaha milik desa (Bumdes).

“Kita melihat desa-desa sudah ada Bumdes. Kami akan mencoba kerja sama dengan Bumdes itu terkait dengan pembayaran iuran secara kolektif sehingga masyarakat bisa mendapatkan kemudahan. Sebagai contoh Bumdes di Klaten itu bisa menggerakkan warga ikut JKN KIS,” jelasnya.

Sukirman, Kabid Kepesertaan Pelayanan Peserta, menambahkan andanya upaya untuk meningkatkan kepuasan peserta JKN KIS dengan berbagai kemudahan layanan. Dengan itu diharapkan peserta dapat mengakses kanal-kanal yang sudah disediakan sehingga tidak perlu ke kantor BPJS Kesehatan, antre, mengeluarkan uang transport, menyediakan waktu dan tenaga hanya untuk mendapatkan layanan yang sebenarnya dapat diakses melalui sebuah gadget.

“Peserta manfaatkan saja aplikasi mobile JKN atau call center 1500400. Pemanfaatan aplikasi mobile JKN secara maksimal dapat menurunkan jumlah antrean karena sekitar 50 persen peserta yang datang ke kantor hanya untuk pindah fasilitas kesehatan,” sebutnya.

Sementara itu, Kabid SDM Umum dan Komunikasi Publik, Wilis Haryuni, menjelaskan bahwa Media Gathering menjadi agenda rutin BPJS Kesehatan Kebumen. Tema yang diangkat kali ini sejalan dengan visi BPJS Kesehatan yang dapat diwujudkan hanya dengan peran serta
seluruh stake holder, salah satunya adalah para awak media yang berperan dalam
menyebarluaskan informasi update terkait program JKN KIS.

“Peran media sangat penting. Tidak hanya sebagai penyampai informasi atau program kepada masyarakat, melainkan juga kontrol bagi kami agar pelayanan dapat terus meningkat,” jelasnya (Daniel)