- iklan atas berita -

Metro Times (Sidoarjo) – Bandar Udara Internasional Juanda merupakan pintu gerbang Jawa Timur melalui udara. Setiap harinya menjadi tempat keluar masuk orang dan barang yang datang dan pergi dari dalam dan luar negeri, yang menyokong kegiatan ekonomi Jawa Timur dalam rangka pembangunan nasional. Maka dari itu, aspek keamanan dan ketertiban transportasi lanjutan yang digunakan oleh pengguna jasa bandara menjadi hal yang dirasa sangat penting untuk dipertahankan oleh Bandar Udara Internasional Juanda.

Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban, Bandar Udara Internasional Juanda melaksanakan operasi gabungan penertiban calo dan transportasi liar bersama Lanudal Juanda, Satgaspam TNI AL, Otoritas Bandara Wilayah III, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo, Kamis (4/4).

“Kami terus membenahi aspek kenyamanan pelayanan di Bandar Udara Internasional Juanda, salah satunya dengan penertiban calo dan transportasi liar untuk memberikan rasa aman dan nyaman saat berada di bandara,” ujar Heru Prasetyo General Manager Bandar Udara Internasional Juanda.

ads

Penertiban calo dan transportasi liar ini, dibagi menjadi 2 tim yang bergerak melakukan operasi pada Terminal 1 (T1) dan Terminal (T2). Dimulai dari menyisir area lobby dalam kedatangan, lobby luar kedatangan, valley paring, dan area parkir. Untuk para oknum calo dan transportasi liar yang terjaring dalam operasi gabungan ini, akan dibawa ke kantor Satgaspam TNI AL Terminal 1 dan untuk tindak lanjut bagi oknum pelanggar berada pada wilayah kewenangan Lanudal sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Heru menyampaikan rasa terima kasih kepada para stakeholder atas sinergi yang baik selama ini. “Kami ucapkan terima kasih kepada Lanudal Juanda, Satgaspam TNI AL, Otoritas Bandara Wilayah III, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo yang telah membantu dan bekerjasama dalam pelaksanaan operasi gabungan ini sehingga dapat berjalan tertib, aman dan lancar. Kami juga berharap semoga dengan adanya operasi gabungan ini dapat membuat efek jera kepada para oknum calo dan transportasi liar untuk tidak beroperasi di area bandara,” ucap Heru.

“Sangsi adalah kita memberikan sokterapi, memang dia melanggar tindak pidana ini belum ada yang mengatur, tapi saya sudah menyiapkan jurus-jurusnya, dan langkah-langkah sangat akurat yang akan di berikan nanti lebih lanjut lagi apabila ditemukan berulangkali melanggar,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan bahwa operasi penertiban akan terus dilaksanakan. “Tidak hanya hari ini, selanjutnya operasi penertiban akan kami laksanakan secara berkala dan berkelanjutan. Kami juga menghimbau agar para pengguna jasa bandara dapat menggunakan transportasi darat resmi bandara. Saat ini kami telah bekerjasama dengan 13 operator dengan 977 armada yang dapat diidentifikasi melalui stiker dan nomor lambung,” pungkas Heru.(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!