- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Kegiatan Bupati Saba Desa berlangsung di Desa Keburuhan Kecamatan Ngombol, Selasa-Rabu (17-18/19). Dalam acara tersebut Bupati Agus Bastian memacu masyarakat Desa Keburuhan dan sekitarnya untuk siap menghadapi perubahan dan kemajuan yang akan terjadi di kawasan selatan Purworejo.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Yuli Hastuti, Sekda Said Romadhon, seluruh pimpinan OPD, serta sejumlah tamu undangan, Bupati sempat mengikuti Kenduri Agung dalam rangka Merti Desa di halaman balai desa setempat, Selasa (17/9) malam. Bupati juga mendapat kehormatan untuk memotong tumpeng dan diberikan kepada Kepala Desa Keburuhan, Trubus.

Menurut Trubus, Kenduri Agung tersebut dilakukan seusai panen, setahun sekali. Kegiatan yang dikemas dalam Merti Desa itu merupakan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezekinya melalui hasil panen yang melimpah.

“Karena kebetulan pas acara Bupati Saba Desa, maka Kenduri Agung kita laksanakan sekalian. Dilanjutkan dengan hiburan wayang kulit dengan dalang Bambang Wiji Nugroho yang membawakan lakon Cupu Manik Imandoyo,” kata Trubus.

Usai mengikuti Kenduri Agung, kegiatan bupati dilanjutkan dengan pelepasan lampion, dan sarasehan dengan tema Kearifan Budaya Lokal Menyongsong Romansa 2020.

ads

Bupati Agus Bastian saat memberikan sambutan mengungkapkan kebanggaannya terhadap masyarakat Desa Keburuhan yang mampu mempertahankan tradisi Kenduri atau Selamatan Agung. Selain melestarikan tradiri leluhur, tradisi Kenduri Agung juga dapat menjaga kerukunan warga.

“Kenduri Agung yang berlangsung sakral dan unik ini juga memiliki daya tarik bagi wisatawan,” ungkapnya.

Menurutnya, Jalur Selatan-Selatan akan mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan beroperasinya Bandara YIA di Kulon Progo. Karena itu, warga harus siap menghadapi dan menyikapi perubahan.

“Sepanjang jalur selatan-selatan ini menjadi boarder city yang dilengkapi dengan dengan kawasan industri, pergudangan, logistik, perhotelan, pariwisata, dan sebagainya. Kita harus siap dengan perubahan yang begitu cepat,” tegasnya.

Lebih lanjut bupati menyebut bahwa dimungkinkan akan ada pelabuhan laut dalam di Desa Keburuhan. Hal itu pernah menjadi rencana dan berdasarkan sejarah, pernah ada pelabuhan di desa tersebut.

“Bukan tidak mungkin desa ini akan dibangun pelabuhan laut dalam. Jika sudah dibangun, lengkaplah sudah Kabupaten Purworejo menjadi kota perdagangan,” sebutnya.

Kegiatan Bupati Saba Desa berakhir pada Rabu (18/9) pagi dengan penanaman bibit dan tebar benih ikan, serta senam massal.

Sementara pada hari pertama sebelum tiba di Desa Keburuhan, Bupati menyempatkan diri mengunjungi Desa Sruwoh untuk meresmikan PAUD, serta ke Desa Depokrejo untuk peletakan batu pertama pembangunan rest area. (dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!