HASIL SURVEI QUICK COUNT KISRUH, MASYARAKAT RESAHKredibilitas Lembaga Survei Puskaptis Patut Dipertanyakan
- iklan atas berita -

Kredibilitas Lembaga Survei Puskaptis Patut Dipertanyakan

Laporan Khusus : Jaques Antonius Latuhihin

Jakarta(MetroTimes) – Adanya perbedaan dalam perhitungan cepat versi lembaga survey membuat resah masyarakat.

Seperti yang di sampaikan oleh H.Madenan dan Saleki warga Desa Kedungpeluk Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo “Lah iya mas, masak Saya Lihat di TV ONE dan RCTI serta Global yang Unggul Kubu Prabowo-Hatta, sementara lihat Trans TV, Indosiar dan METRO TV yang Unggul Kubu Jokowi-JK..kok bias?? Yang bener ini yang mana” Ujar Mantan Kepala Desa Kedungpeluk H.Madenan.

Hal senada di sampaikan oleh Saleki yang selama ini mengamati perkembangan Politik Pilpres 2014 menyampaikan “ Seharusnya Mas, masing-masing Kubu pendukung tidak boleh berbuat seperti itu. Khususnya para Media seharusnya bias lebih berimbang” terang nya dengan nada Kecewa.

ads

Sementara Sekjen Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi), Yunarto Widjaya, mengakui lembaganya harus mulai berbenah terkait kisruh akibat perbedaan hasil quick count pilpres yang melibatkan anggotanya.

Yunarto menjelaskan bahwa kekisruhan seperti terjadi dalam quick pilpres ini adalah bukan pertama kali terjadi. Di beberapa pilkada, hal itu terjadi dan bahkan menimbulkan konflik.

“Di beberapa pilkada ada efek kebohongan lembaga tertentu, terutama saat quick count, yang menimbulkan konflik di bawah. Beberapa kejadian selama ini dibiarkan. Makanya kali ini, Persepi harus tegas memberi sanksi,” kata Yunarto di Jakarta, Rabu (9/7).

Dan ternyata, lembaga yang terlibat hal demikian adalah sama, yakni Puskaptis. Dari data quick count yang dilansir Puskaptis di pilpres kali berbeda dibanding lembaga-lembaga lainnya. Puskaptis mematok Prabowo-Hatta menang 52-an persen berbanding 47-an persen Jokowi-JK.

“Puskaptis, kebetulan dia juga ada pernah buat hasil quick count berbeda dua kali berturut-turut di wilayah yang sama, yakni Sumatera Selatan,” jelas Yunarto.

“Di 2008, banyak lembaga survei menunjukkan calon Alex Noerdin menang quick count. Dia (Puskaptis) mengunggulkan Syahrial Oesman dan terbukti dia salah.”

 

Saat itu, Puskaptis didiamkan dan kembali melakukan hal senada di 2013, kembali di Pilgub Sumatera Selatan. Kali ini dampaknya fatal karena menyebabkan konflik di masyarakat bawah. Bahkan Puskaptis, karena dianggap menyesatkan, harus berurusan dan diamankan polisi di Palembang.

Menurut Yunarto, apabila survei berbeda hasil, mungkin masih bisa dianggap wajar. Tapi bila hasil quick count berbeda jauh hasilnya diantara satu lembaga dengan yang lain, maka itu bisa jadi masalah besar.

“Karena survei berbasis beda dengan quick count. Kan quick count itu basisnya C1. Kalau hasilnya beda kan aneh,” kata dia.

“Makanya kami inginkan jangan sampai kedewasaan partisipasi publik menjadi cacat. Ini poin yang harus digaris bawahi. Ini momentum bagi Persepi untuk menegakkan kode etik dengan memberi sanksi.”

Perlu di ketahui Lembaga Survei Jaringan Suara Indonesia dan Puskaptis menyatakan berdasarkan hasil quick count sementara, pasangan Prabowo-Hatta unggul dari pasangan Jokowi-JK.

Kedua lembaga survei tersebut kompak menyebutkan jika pasangan nomor urut satu itu unggul cukup jauh dibandingkan Jokowi-JK.

Berdasarkan hasil perhitungan sementara JSI, pasangan Prabowo-Hatta unggul sebesar 56,51%, sedangkan Jokowi-JK tertinggal dengan perolehan 43,49%.Sedangkan hasil hitung Puskaptis hingga pukul 12.45 Prabowo unggul 56,78% dan Joko-JK tertinggal 43,22%.

Selisih kedua lembaga survei tersebut dari hasil hitung sementara itu yakni masing-masing sekitar 13%.Baik JSI dan Puskaptis melakukan hitung cepat dengan bekerjasama dengan TVOne.

Sumber tambahan : (Kabar24.com)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!