- iklan atas berita -

Metro Times, (Magelang), Konflik kemanusiaan muslim Rohingnya di Myanmar begitu sangat memprihatinkan, tak terkecuali masyarakat Kota Magelang juga ikut merasakan kesedihannya atas apa yang menimpa saudara muslim Rohingnya di Myanmar.

Rabu, (6/9/17), sekitar pukul 10:00 sd 11:45 diruang rapat Lantai 2 Kesbangpol Jalan P. Diponegoro Kota Magelang diadakan pertemuan untuk pembacaan sikap terkait tragedi kemanusiaan Rohingnya yang dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Magelang, Ka polres Magelang Kota, kepala kejaksaan negeri Magelang kota, kasdim diwakili Danramil kota Magelang, kepala kesbangpolinmas kota Magelang, FKUB, KNPI, FKPPI, D Senkom, DHC 45, Fatayat kota Magelang, dan beberapa tamu undangan yang dihadiri kurang lebih 50 orang

Pembacaan pernyataan ini langsung dibacakan oleh ketua FKUB yang sekaligus Ketua MUI kota Magelang Bp Ismudiyono dan adapun isi dari pembacaan sikap yaitu.

Pertama mengutuk keras atas terjadinya tragedi kemanusiaan di Rohingnya Myanmar. Kami sadar bahwa tragedi tersebut bukan merupakan sentiment agama.

ads

Peristiwa tersebut merupakan gejolak politik yang terjadi dibelahan Negara lain kami tak akan terprovokasi oleh terjadinya tragedi di Negara lain.

Kami akan menyatakan bentuk keprihatinannya secara positif melalui penggalangan dana dan doa bersama.

Kami mengajak kepada seluruh kelompok agama di Indonesia untuk tidak mengaitkan kelompok ekstrem Buddha di Myanmar dengan umat Buddha lain, yang pada dasarnya merawat amalan, apalagi kemudian merusak toleransi umat beragama di Indonesia. Mari kita sampaikan pesan teladan kepada berbagai kelompok agama di Myanmar.

Menolak segala bentuk provokasi untuk memperluas dan konflik Myanmar ke Indonesia dengan membenturkan umat Islam dan umat Buddha di Indonesia
Dan setelah dibacakannya pernyataan sikap ini kemudian langsung ditandatangani oleh undangan yang hadir untuk mewakili seluruh warga masyarakat kota Magelang.

AKBP Hari Purnomo Sik SH selaku Kapolres Magelang Kota juga menambahkan, dengan adanya pernyataan sikap ini semoga di wilayah Magelang Kota pada khususnya dan Indonesia pada umumnya keamanan tetap kondusif dan diharapkan Magelang Kota bisa menjadi contoh hidup rukum dalam beragama, imbuhnya.(Arip)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!