- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Business Day SD Al Falah Surabaya, yang meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menjadi Profit Maker digelar di halaman sekolah SD Al Falah Surabaya, Rabu (14/6/2023).

Disela-sela kegiatan Business Day SD Al Falah Surabaya, Kepala Sekolah SD Al Falah Surabaya Ustadzah Yuni Wahida menuturkan, Business Day dapat mendidik siswa untuk mengembangkan jiwa enterpreneur sekaligus penguatan karakter siswa. Ada nilai religius, kemandirian dan gotong royong di dalam kegiatan business day ini.

Ia juga menjelaskan, Wujud nilai religius itu adalah siswa dilatih untuk melakukan nilai-nilai kejujuran dalam proses jual beli sampai dengan perolehan hasil jual beli, yang meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menjadi Profit Maker

Sedangkan wujud nilai mandiri dan gotong royong dalam kegiatan business day ini adalah siswa diberi kebebasan untuk menentukan sendiri barang dagangannya dan menjual serta menyiapkan barang dagangannya. Selain itu saling membantu dan bergotong royong antara anggota kelompok juga bisa diwujudkan dalam kegiatan business day ini.

ads

“Keseluruhan program SD Al Falah Surabaya adalah bagaimana meneladani kehidupan Rasulullah SAW. Sebagaimana salah satu firman Allah SWT yang tertuang dalam Al Quran, dimana Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba,” terangnya.

Ustadzah Ida sapaannya menambahkan, program Entrepreneur Kids atau Bussiness Day ini, merupakan kegiatan rutin yang digelar dua kali dalam setahun. Yakni di akhir semester ganjil dan akhir semester genap.

“Kegiatan kali ini melibatkan semua karya siswa kelas 5, termasuk diantaranya adalah hasil program tematik membuat shibori atau batik celup, dipamerkan dan diperjualbelikan, pada adik-adik dan kakak kelas, serta para guru,” paparnya.

Ustadzah Ida menjelaskan, kegiatan ini bertujuan agar siswa-siswinya bisa memiliki jiwa entrepreneurship sejak usia dini. Serta melatih kemampuan mereka dalam berkomunikasi efektif dengan orang lain.

“Bagaimana mereka mempromosikan dagangannya, untuk membuat orang lain tertarik. Karena itu, sebagai apresiasi kami berikan reward untuk stan terbaik, promo terbaik, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Ustadzah Ida juga berharap, melalui kegiatan ini para siswanya mampu berkolaborasi, atau bekerjasama dengan orang lain dalam tim.

“Semoga anak-anak dapat meneladani Rasulullah SAW, dalam mengembangkan perekonomian secara Islami. Apalagi, dalam setiap kegiatan semacam ini, kami juga mengedukasi agar selalu menyisihkan 2,5% keuntungan untuk kegiatan sosial,” imbuhnya.

(nald)