- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Kepala Bapas Magelang beserta JF PK dan APK menghadiri undangan dari Kepala Rutan Purworejo terkait case conference. bertempat di Aula Rutan Purworejo, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan implementasi revitalisasi pemasyarakatan serta perawatan tahanan dan pembinaan WBP.  Selain JF PK dan APK Bapas Magelang kegiatan juga dihadiri oleh wali pemasyarakatan Rutan Purworejo,  Tim Psikologi UMP Purworejo.

KaRutan Purworejo dalam sambutannya menyampaikan, assesment sangat penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perilaku tahanan dan WBP sehingga nantinya dapat dikategorikan penempatannya baik di Lapas Maximum, Medium,  maupun Mininum Security.

Sementara Kepala Bapas Magelang menyebutkan, “Dengan adanya tim asesor dari psikologi UMP Purworejo ini dapat membantu kajian dalam tusi terkait penentuan rekomendasi PK dan APK dalam litmas,” sebutnya.

Isna selaku Kepala Prodi Psikologi UMP Purworejo mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai tindak lanjut kerjasama yang telah dilakukan dengan Rutan Purworejo. Diharapkan hasil asessment yang dilakukan dapat membantu upaya revitalisasi pemasyarakatan.

ads

Dalam pemaparan oleh tim psikologi UMP Purworejo mengungkapkan bahwa pelaksanaan asesment telah dilaksanakan 16 April-10 Mei 2019 kepada 129 WBP Rutan Purworejo.

Penelitian yang dilakukan meliputi beberapa aspek identitas diri,  keluarga,  interaksi sosial,  riwayat hukum,  penyalahgunaan narkotika dan alkohol,  risiko bunuh diri,  kesehatan mental, kesehatan fisik, dan kebutuhan penanganan khusus. “Hasil penelitian terdapat WBP yang mengalami indikasi masalah mental seperti stres, depresi, cemas dan keinginan bunuh diri, rata-rata terjadi pada tahanan yang baru,” ungkap Isna.

Hasil assessment tersebut nantinya akan digunakan sebagai salah satu pertimbangan penempatan tahanan, perawatan fisik, dan kesehatan mental.

Di dalam Rutan terdapat perawatan dan pembinaan terhadap WBP.  Perawatan ini bisa dilakukan baik fisik maupun mental.  Kondisi mental yang mumpuni untuk beradaptasi di dalam lembaga dan untuk persiapan kemvali di masyarakat.  PK dalam hal ini menyampaikan bahwa perlu adanya pembahasan yang lebih mendalam terkait cara asesment menggunakan instrumen yang sudah digunakan oleh pihak UMP untuk mendapatkan rekomendasi yang valid. Begitu juga dengan pihak wali dari Rutan Purworejo juga membutuhkan pengetahuan terkait kejiwaan dan konseling terhadap WBP sehingga WBP dengan risiko tinggi dapat dilakukan konseling sehingga risikonya menjadi rendah.

“Hasil pertemuan ini akan dibahas kembali dalam forum Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) oleh Rutan Purworejo dan Bapas Magelang,” katanya. (dnl)