SMP YPPI 1 Surabaya terus berupaya mengembangkan potensi peserta didik melalui pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi melalui program Speak Up Challenge yang memberikan ruang bagi siswa sekolah dasar (SD) untuk menunjukkan kemampuan berbicara di depan publik.
- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – SMP YPPI 1 Surabaya terus berupaya mengembangkan potensi peserta didik melalui pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga keterampilan komunikasi, kreativitas, kerja sama, dan kepercayaan diri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Speak Up Challenge yang memberikan ruang bagi siswa sekolah dasar (SD) untuk menunjukkan kemampuan berbicara di depan publik.

Kepala SMP YPPI 1 Surabaya, Dra. Titris Hariyanti Utami, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk memperlihatkan hasil proses belajar siswa secara lebih nyata.

Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya dinilai dari penguasaan materi pelajaran, tetapi juga dari kemampuan anak menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang ingin kami tanamkan melalui gelar karya ini adalah bahwa anak tidak sekadar belajar membuat sesuatu, tetapi juga memahami prosesnya. Ketika mereka membuat produk, misalnya es krim, ada pelajaran IPA, matematika, dan kerja kelompok yang diterapkan di dalamnya,” ujar Titris.

ads

Ia mencontohkan, proses pembuatan es krim tidak semata-mata berkaitan dengan resep atau keterampilan berwirausaha. Siswa juga belajar menghitung takaran bahan, memahami perbandingan, membagi tugas, menghargai pendapat teman, serta menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama.

Menurut Titris, pendekatan tersebut penting agar kegiatan pembelajaran tidak disederhanakan hanya menjadi aktivitas membuat dan menjual produk. Hal yang lebih utama adalah proses belajar, pembentukan karakter, dan keterampilan yang diperoleh siswa selama kegiatan berlangsung.

Prinsip serupa diterapkan dalam pengembangan kemampuan komunikasi melalui Speak Up Challenge. Program ini menjadi salah satu upaya SMP YPPI 1 Surabaya mengenalkan potensi sekolah kepada masyarakat sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat di bidang komunikasi.

Coaching Clinic untuk Menggali Potensi Anak

Titris menjelaskan, Speak Up Challenge tidak sekadar dirancang sebagai ajang perlombaan. Sebelum kompetisi, peserta memperoleh pembinaan melalui coaching clinic yang melibatkan siswa dari sekitar 14–15 sekolah.

Dalam pembinaan tersebut, peserta dikenalkan dengan sejumlah format komunikasi, seperti vlog, podcast, dan newsreader atau pembaca berita. Setelah mengikuti pelatihan, peserta mengirimkan karya secara daring untuk dinilai oleh penyelenggara.

Dari seluruh karya yang masuk, panitia memilih 20 karya terbaik. Selanjutnya, tiga peserta ditetapkan sebagai juara pertama, kedua, dan ketiga.

“Melalui program ini, kami ingin memberikan edukasi bahwa ada anak-anak yang memiliki potensi di bidang komunikasi. Mungkin awalnya mereka belum berani tampil, tetapi sebenarnya mempunyai kemampuan yang bisa dikembangkan,” jelasnya.

Selain Speak Up Challenge, SMP YPPI 1 Surabaya juga mengembangkan program newsreader dan music lab sebagai bagian dari upaya memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam kepada siswa.

Titris berharap pengembangan keterampilan komunikasi tidak berhenti di lingkungan sekolah. Ia mencontohkan peluang kolaborasi dengan masyarakat, termasuk kemungkinan memberikan pelatihan berbicara di depan publik bagi anggota PKK di Kecamatan Simokerto.

Untuk kegiatan tersebut, pihaknya berencana menggandeng perguruan tinggi, khususnya bidang ilmu komunikasi, agar pelatihan dapat diberikan oleh tenaga pengajar yang kompeten.

Menurutnya, berbagi ilmu kepada masyarakat merupakan bagian dari kontribusi sekolah. Dengan demikian, keberadaan sekolah tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Mar’atun Nabila Bangga Raih Juara Pertama

Mar’atun Nabila, siswa kelas V SDN Kapasan 5 Surabaya, yang berhasil meraih juara pertama Speak Up Challenge SMP YPPI 1 Surabaya.

Semangat mengembangkan kemampuan komunikasi terlihat dari pencapaian Mar’atun Nabila, siswa kelas V SDN Kapasan 5 Surabaya, yang berhasil meraih juara pertama Speak Up Challenge SMP YPPI 1 Surabaya.

Nabila mengaku mengikuti lomba tersebut karena ingin memperoleh pengalaman baru, khususnya dalam membawakan berita di depan kamera. Meski pada awalnya belum sepenuhnya menguasai kemampuan tersebut, ia memberanikan diri untuk mengambil kesempatan yang diberikan.

“Saya ingin menjadi lebih punya pengalaman sendiri. Meskipun belum bisa, saya tetap ingin mencoba,” ungkap Nabila.

Untuk mempersiapkan diri, Nabila berlatih menghafalkan naskah berita selama lebih dari satu bulan. Proses tersebut menjadi pengalaman tersendiri baginya hingga akhirnya mampu meraih juara pertama.

Ia mengaku bangga dan senang atas pencapaiannya, terlebih karena mendapat dukungan dari guru dan orang tua yang terus menyemangatinya untuk berani maju dan mengembangkan kemampuan.

Ke depan, Nabila berharap prestasi tersebut dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan di SMP favorit dan meraih prestasi yang lebih tinggi. Ia juga bercita-cita menjadi pengusaha muda.

Anya Raih Juara Kedua, Keberanian Mulai Tumbuh

Apresiasi juga disampaikan Ibu Dia, perwakilan guru SDN Sidotopo 1 Surabaya, atas keberhasilan Anya yang meraih juara kedua dalam Speak Up Challenge.

Ibu Dia mengaku senang sekaligus tidak menyangka anak didiknya mampu meraih prestasi tersebut. Menurutnya, Anya sebelumnya dikenal sebagai anak yang cenderung pendiam. Namun, setelah mengikuti kegiatan ini, keberaniannya untuk tampil mulai terlihat.

“Awalnya anaknya diam, tetapi setelah mengikuti lomba ini, keberaniannya mulai keluar. Kami berharap hobi dan kesenangannya bisa terus berkembang sehingga membuatnya semakin percaya diri,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa sekolah tidak seharusnya hanya berfokus pada prestasi akademik. Setiap anak memiliki kemampuan berbeda yang perlu dikenali dan difasilitasi.

Ia mencontohkan, SDN Sidotopo 1 juga memiliki potensi siswa di bidang olahraga, khususnya futsal putra dan putri, baik pada kelompok kelas kecil maupun kelas besar.
Karena itu, ia berharap semakin banyak kesempatan bagi siswa untuk mengikuti kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Dia juga mengapresiasi SMP YPPI 1 Surabaya yang telah menyelenggarakan kompetisi tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga siswa sekolah dasar memiliki ruang lebih luas untuk mengeksplorasi kemampuan mereka.

“Jangan takut mengikuti lomba-lomba seperti ini. Kalau menang, itu bonus. Kalau belum menang, berarti kita masih harus berusaha lagi,” pesannya kepada para siswa.

Ruri Machiko Sugiharto Putri Antusias Mengikuti Lomba

Sementara itu, Miss Wulan, perwakilan SDN Sidotopo 2 Surabaya, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Speak Up Challenge. Dalam kompetisi tersebut, siswinya, Ruri Machiko Sugiharto Putri, kelas VI, berhasil meraih juara ketiga.

Menurut Wulan, lomba seperti ini masih relatif jarang dijumpai, terutama kegiatan yang memberikan ruang bagi siswa sekolah dasar untuk mengembangkan kemampuan membaca berita dan berbicara dalam bahasa Inggris.
Karena itu, pihak sekolah menyambut undangan dari SMP YPPI 1 Surabaya dengan antusias.

Ia menjelaskan bahwa siswa yang mengikuti kompetisi memang memiliki ketertarikan pada kegiatan membaca berita berbahasa Inggris.

“Anak-anak kami sebenarnya memiliki kemampuan di bidang ini. Namun, kesempatan untuk mengikuti lomba bahasa Inggris masih terbatas, sehingga mereka terkadang kesulitan mengeksplorasi potensinya,” jelas Wulan.

Ia berharap SMP YPPI 1 Surabaya semakin sukses dan konsisten mengadakan kompetisi bagi siswa sekolah dasar. Dengan semakin banyaknya ajang seperti ini, siswa dapat memperoleh pengalaman, meningkatkan rasa percaya diri, serta mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi pada jenjang pendidikan berikutnya.

Wulan juga berharap prestasi yang diraih Ruri menjadi motivasi untuk terus berkembang dan berani mencoba tantangan yang lebih besar.

Siswa SMP YPPI 1 Dorong Ruang Partisipasi Lebih Luas

Priscillia, siswi kelas VII A SMP YPPI 1 Surabaya, menilai Speak Up Challenge sebagai kegiatan positif

Dukungan terhadap pengembangan kemampuan komunikasi juga datang dari lingkungan internal SMP YPPI 1 Surabaya. Priscillia, siswi kelas VII A, menilai Speak Up Challenge sebagai kegiatan positif karena membantu anak-anak membangun keberanian dan keterampilan berbicara di depan umum.

Meski siswa kelas VII belum terlibat langsung dalam kompetisi tersebut, Priscillia melihat program ini sebagai kesempatan yang baik bagi siswa sekolah dasar, baik dari lingkungan internal maupun eksternal, untuk mengembangkan kemampuan mereka.

“Menurut saya, Speak Up Challenge merupakan kegiatan yang baik karena komunikasi sangat dibutuhkan dalam kehidupan kita sebagai makhluk sosial,” tuturnya.

Priscillia mengungkapkan ketertarikannya untuk mengikuti kegiatan serupa apabila kesempatan tersebut tersedia bagi siswa SMP. Ia juga berharap sekolah dapat memberikan ruang partisipasi yang lebih luas melalui program komunikasi, termasuk podcast.

Menurutnya, keterampilan berbicara yang baik tidak hanya bermanfaat ketika mengikuti perlombaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, pendidikan lanjutan, dan dunia kerja pada masa depan.

Ia menilai keberanian berkomunikasi dapat membantu seseorang menyampaikan gagasan secara lebih terstruktur, membangun relasi, dan berinteraksi dengan orang lain secara percaya diri.

Priscillia sendiri bercita-cita menjadi dokter. Ia memandang kemampuan komunikasi sebagai bekal penting dalam profesi tersebut, terutama ketika harus berinteraksi dengan pasien dan menjelaskan informasi secara jelas.

Pendidikan Bukan Hanya Soal Nilai Akademik

Melalui Speak Up Challenge, SMP YPPI 1 Surabaya ingin memperlihatkan bahwa setiap anak mempunyai potensi yang dapat berkembang apabila memperoleh kesempatan, pendampingan, dan dukungan yang tepat.

Kegiatan ini juga mempertemukan sekolah dengan para pendidik, orang tua, serta peserta didik dari berbagai sekolah dasar. Interaksi tersebut membuka ruang kolaborasi untuk mendorong pendidikan yang lebih memperhatikan keberagaman bakat dan minat anak.

Bagi Titris, keberhasilan pendidikan bukan semata-mata ditentukan oleh nilai akademik. Keberanian mencoba, kemampuan bekerja sama, kreativitas, kedisiplinan, dan keterampilan menyampaikan gagasan merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter peserta didik.

Ia berharap program yang telah dibangun dapat menjadi fondasi bagi pengembangan kegiatan pendidikan berikutnya, sehingga SMP YPPI 1 Surabaya semakin mampu memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan anak.

Dengan adanya kompetisi dan pembinaan seperti ini, siswa diharapkan tidak hanya berani tampil saat mengikuti lomba, tetapi juga mampu membawa keterampilan komunikasi tersebut ke lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Pada akhirnya, Speak Up Challenge menjadi salah satu bentuk upaya membuka ruang bagi anak-anak untuk mengenali kemampuan diri, berani mengambil kesempatan, dan terus mengembangkan potensi yang mereka miliki.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!