
METROTIMES ( SBB ) Menyikapi perkembangan situasi di negeri dan lokasi tambang batu cinabar baik di Desa Iha maupun Desa Luhu Kec. Huamual Kab.SBB saat ini terjadi berbagai polemik mulai dari penetapan status wilayah tambang, isu Kamtibmas, pengolahan cinabar menjadi mercury utk di perjual belikan secara terselubung serta dampak lingkungan yg akan ditimbulkan, hal ini tentu akan menyita perhatian berbagai pihak terutama pemerintah dan aparat keamanan.
Maraknya aktifitas masyarakat di lokasi tambang cinabar Iha-luhu saat ini selain sudah nenjadi mata pencaharian oleh masyarakat lokal maupun non lokal, dinamika ini akan terus memunculkan berbagai spekulasi oleh publik terkait legal standing penetapan status wilayah tambang di lokasi tersebut.
Pasca bentrok kedua negeri iha-Luhu yg terjadi Februari lalu, terpantau situasi mulai berangsur pulih kembali namun aktifitas warga di kedua negeri dalam hal keluar-masuk negeri menggunakan KR2, KR4 belum sepenuhnya stabil hal ini tentu berpengaruh pada stabilitas Keamanan yg berpotensi menimbulkan kerawanan.
Kapolsek Huamual IPTU LUKEN . SOPLANIT yg baru beberapa pekan bertugas telah mengambil langkah startegis bersama personilnya untuk melakukan pendekatan persuasif kepada kedua negeri dalam rangka membahas berbagai persoalan yg dihadapi saat ini, baik di dalam negeri maupun di lokasi tambang.
Selain pendekatan persuasif terkait Kamtibmas Kapolsek Huamual juga melakukan Himbauan kepada masyarakat kedua negeri iha dan Luhu dan beberapa dusunnya untuk tidak melakukan aktifitas penyulingan batu cinabar menjadi Mercury yg saat ini masih marak dilakukan warga setempat.
Berangkat dari hal itu Kapolsek berinisasi utk dilakukannya pertemuan atau diskusi bersama di kedua negeri dalam rangka membahas berbagai problem yg saat ini dihadapi bersama.
Pertemuan yg berlangsung singkat namun berbobot telah membahas berbagai masalah, mulai dari stop penyulingan dan jual beli mercury maupun kesepakatan bersama dalam menghadapi permasalahan keamanan terutama mengenai aktifitas warga untuk keluar masuk di kedua negeri maupun yg akan menuju ke lokasi tambang dalam menggunakan KR2 maupun KR4.
Dari hasil pertemuan yg berlangsung pada masing-masing kantor negeri, baik di desa Iha maupun Luhu, permasalahan Keamanan adalah yg paling disoroti saat ini, karena di anggap rawan berpotensi memicu gangguan Kamtibmas. Kapolsek Huamual IPTU LUKEN SOPLANIT mengatakan akan secepatnya mengambil langkah-langkah dalam menyelesaikan persoalan para tukang ojek di kedua negeri yg saat ini masih menjadi kendala dalam beraktifitas untuk mengantar penumpang ke lokasi tambang hal ini menjadi prioritas Kapolsek karena di anggap rawan sebagai pemicu konflik di kedua negri.
Kapolsek juga mengatakan sudah membuat program dalam mengatasi setiap permasalahan keamanan di kedua negri Iha dan Luhu maupun di lokasi tambang cinabar dan tentunya akan terus melakukan koordinasi dengan kedua raja maupun tokoh-tokoh sentral yg ada di kedua negri demi untuk menjaga kondusifitas yg ada sehingga terciptanya situasi yg aman dan damai.
Dari hasil pertemuan kedua warga juga menyempatkan diri untuk melakukan deklarasi bersama dalam rangka menjaga dan merawat kamtibmas baik di dalam negeri iha-Luhu maupun di lokasi tambang di Dusun Hulung maupun di lokasi Batu Putia hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan warga kepada pemerintah dan aparat keamanan dalam hal menjaga Kamtibmas demi keamanan dan kenyamanan bersama. ( Elson Sahetapi )




