- iklan atas berita -

Metro Times (Pekalongan) Beredarnya pemberitaan media online terkait adanya telat bayar vendor pembangunan Proyek PLTM di Pekalongan oleh PT Hutama Karya Persero akhirnya terjawab. PT Hutama Karya menyampaikan tanggapan dan klarifikasinya.

Sebelumnya beredar kabar bahwa vendor Sdr Sulaiman yang berdomisil di Kabupaten Banjarnegara sebelumnya telah datang berulang kali ke kantor Hutama Karya di Pekalongan dan Jakarta untuk menagih sisa pembayaran. Bahkan, pihaknya mengancam akan membongkar pekerjaan dengan menurunkan alat berat ke lokasi. Hal itu kini tertampik dengan pihak Management Hutama Karya yang ternyata telah melakukan pembayaran kepda pihak Sdr Sulaiman melalui Bank Danamon.

Sempat Sulaiman memberitakan hal ini ke beberapa media tentang telat bayar pembayaran tersebut. Bahkan, salah satu pegawai Hutama Karya berinisial AK pun sempat disudutkan mempersulit proses pembayaran.

Agung S selalu Komunikasi Deploment (Komdev) Site Hutama Karya di Pekalongan menyatakan, harusnya hal itu tak perlu terjadi karena proses penagihan itu cukup melalui proses yang memakan waktu.

“Saya kira perlu kesabaran dalam menagih ke pihak HK karena proses tagihan itu cukup memakan waktu dan pasti terbayarkan, kata Agung, saat dikonfirmasi pada Sabtu (6/5/2023).

ads

Agung juga menyampaikan kepada para pihak vendor apabila ada keterlambatan bayar terhadap tagihan ke pihak HK mohon bersabar dan tetap menjaga kerja sama dan nama baik masing-masing pihak.

“Saya mohon maaf apabila dalam pembayaran pihak HK ada keterlambatan itu semua karena proses dan tidak mungkin tidak akan di bayar dan berharap agar saling menjaga nama baik diantara Vendor dan pihak HK,” ungkapnya.

Agung yang mewakili Fikri selaku PM proyek PLTM Pekalongan juga menambahkan bahwa diminta kepada pihak vendor yang masih merasa punya tagihan disarankan untuk datang ke site dan duduk bersama tanpa harus ada hal-hal tindakan yang merugikan satu sama lain.

“Saya kira para vendor yang masih ada kurang bayar cukup bisa datang ke site utk duduk dan saling musyawarah untuk mencari solusi yang baik,” tegas Agung. (dnl)