
Metro Times (Purworejo) Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Dinkominfostasandi) Kabupaten Purworejo bersama para wartawan mitra Pemkab Purworejo melakukan studi banding ke Kota Batu Provinsi Jawa Timur selama tiga hari, Minggu-Selasa (22-24/5). Kunjungan kali ini difokuskan untuk belajar terkait bidang kehumasan dan kerja sama dengan media massa.
Kantor Dinas Kominfo Kota Batu menjadi salah satu tujuan utama kunjungan yang dipimpin oleh Plt Kepala Dinkominfostasandi, Stephanus Aan Isa Nugroho STTP MSi, pada Senin (23/5). Di lokasi itu, rombongan Purworejo diterima oleh Sekretaris Dinas Kominfo Kota Batu, Chairil Fajar Rofi SSi MSi dan Kabid IKP Andri Wijaya SSos.
Selain tentang kedinasan Kominfo, perwakilan rombongan Purworejo juga diajak berdisikusi terkait organisasi kewartawanan bersama 2 orang pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya. Mereka yakni Ketua Siwo Kota Batu PWI Malang Raya, Febri Setiyawan, dan sekretarisnya, M Dani Rahman.
Beberapa hal penting yang menjadi topik perbincangan dalam diskusi itu antara lain terkait kerja sama media massa. Chairil Fajar Rofi menyebut, sinergitas antara Dinkominfo Kota Batu dengan seluruh wartawan dan media massa sejauh ini terjalin baik. Untuk urusan informasi, Pemkot melalui Dinkominfo sangat terbuka dengan berupaya memberikan informasi yang dibutuhkan wartawan. Namun, untuk urusan kerja sama kedinasan yang menggunakan APBD, Dinkominfo cukup selektif. Hanya perusahaan media massa yang berbadan hukum resmi dan terverifikasi oleh Dewan Pers yang dapat diterima.
“Terkait akses informasi, kita buka kran informasi seluas-luasnya untuk semua wartawan, meskipun wartawan di sini sangat banyak. Namun, untuk urusan kerja sama, tidak semua perusahaan pers bisa karena mengelola keuangan negara tidak bisa sembarangan,” katanya.
Lebih lanjut pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Dinkominfostasandi dan wartawan Purworejo yang telah memilih Kota Batu menjadi tujuan studi banding. Selain dapat bertukar wawasan terkait kehumasan dan kewartawanan, kunjungan kali ini sekaligus menjadi sarana promosi wisata mengingat Kota Batu memiliki banyak destinasi wisata menarik yang layak dikunjungi. Di sisi lain, Pemkot Batu juga mendapatkan informasi secara langsung tentang potensi wisata Kabupaten Purworejo.
“Semoga ke depan kami bisa gantian berkunjung ke Purworejo,” tandasnya.
Pada bagian lain, Febri Setiyawan menyebut bahwa jumlah wartawan di wilayah kota Batu dan Malang sangat banyak dengan sejumlah organisasi kewartawanan yang juga beragam. Namun, PWI Malang Raya terus berupaya untuk bersinergi, salah satunya melalui even-even yang digelar secara rutin oleh Seksi Wartawan Olahraga (Siwo), seperti kejuaraan Bulu Tangkis, catur, dan olahraga lainnya. Tidak hanya wartawan, even-even Siwo juga kerap melibatkan para mitra PWI.
“Tiap Jumat kita ada Futsal bersama. Kegiatan rutin tahunan juga ada, baik yang diselenggarakan oleh Siwo di masing-masing kota maupun PWI Malang Raya,” sebutnya.
Selain itu, PWI Malang Raya terus mendorong dan memfasilitasi para wartawan untuk meningkatkan kompetensinya melalui UKW.
“Pemerintah dan instansi-instansi di sini support. Karena dengan UKW wartawan menjadi kompeten sehingga kerja sama dan kualitas beritanya kan semakin baik,” jelasnya.
Sementara itu, Stephanus Aan mengungkapkan bahwa Kota Batu dipilih sebagai lokasi studi banding mengingat telah memiliki kinerja yang baik di tengah kompleksitas dan dinamika yang lebih tinggi dari Purworejo. Pihaknya berharap, studi banding yang dirangkai dengan kegiatan press tour ke beberapa objek wisata di Jawa Timur kali ini menjadi ajang belajar, baik bagi Dinkominfostasandi maupun wartawan Purworejo. Lebih dari itu, menguatkan jalinan sinergitas antara Pemkab Purworejo dengan media massa dan kebersamaan antarwartawan.
“Mudah-udahan ini menjadi masukan dan perspektif baru untuk kita, pemerintah kabupaten Purworejo dengan jurnalis, untuk mari bersama-sama membangun Purworejo dengan mekanisme yang baik,” ungkapnya. (dnl)




