
MetroTimes(Sleman)-Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman menyampaikan hasil pelaksanaan pemantauan dan pengendalian angkutan selama masa libur Lebaran 2026. Berdasarkan hasil evaluasi, arus lalu lintas secara umum terpantau lancar dan terkendali meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan dan mobilitas wisatawan.
Sekretaris Dinas Perhubungan Sleman, Dwi Handoko Wiyoto, menjelaskan bahwa puncak arus kendaraan terjadi pada tanggal 22 hingga 24 Maret 2026. Lonjakan volume lalu lintas tersebut paling terlihat di Simpang Tempel serta Gerbang Tol Purwomartani.
“Pada periode tersebut terjadi peningkatan signifikan volume kendaraan, khususnya di Simpang Tempel dan akses Gerbang Tol Purwomartani, namun secara umum masih dapat dikendalikan dengan baik oleh petugas di lapangan,” ujarnya Senin, 30 Maret 2026.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pembukaan akses Gerbang Tol Purwomartani sejak 16 Maret 2026 memberikan dampak positif dalam mendistribusikan arus lalu lintas, sehingga dapat mengurangi kepadatan di jalur arteri utama.
“Keberadaan akses tol ini sangat membantu dalam mengurai kepadatan kendaraan. Namun demikian, kami juga mengusulkan penutupan u-turn di depan SD Kanisius Kalasan untuk mencegah potensi penumpukan kendaraan yang akan masuk ke jalur tol,” tambahnya.
Selain arus kendaraan, mobilitas wisatawan selama libur Lebaran juga menunjukkan angka yang cukup tinggi. Berdasarkan data yang dihimpun, total kunjungan wisatawan di wilayah Sleman mencapai 276.187 orang.
“Jumlah wisatawan yang cukup besar ini menunjukkan bahwa Sleman tetap menjadi destinasi favorit selama libur Lebaran. Oleh karena itu, pengaturan lalu lintas di kawasan wisata menjadi perhatian khusus kami,” jelasnya.
Dari sisi kondisi cuaca, selama periode pemantauan tercatat terjadi fluktuasi yang cukup signifikan, mulai dari cerah berawan hingga hujan deras disertai angin. Kondisi cuaca ekstrem terutama terjadi pada tanggal 15, 20, serta 26 hingga 28 Maret 2026, yang turut mempengaruhi situasi lalu lintas di beberapa titik.
Meski demikian, Dishub Sleman memastikan seluruh rangkaian pemantauan dan pengendalian angkutan Lebaran 2026 berjalan dengan baik berkat sinergi antarinstansi serta kesiapsiagaan petugas di lapangan.
Dwi Handoko juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam berkendara, mematuhi rambu lalu lintas, serta memanfaatkan fasilitas posko yang telah disediakan apabila membutuhkan bantuan atau tempat beristirahat selama perjalanan.(JQ)




