- iklan atas berita -

MetroTimes(Sleman)– Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman menetapkan Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2026 sebagai instrumen strategis untuk mendukung visi pembangunan daerah, yakni “Membangun Masyarakat Kabupaten Sleman yang Maju, Adil, Makmur, Lestari, dan Berkeadaban.” Total anggaran yang direncanakan pada tahun 2026 mencapai Rp92,6 miliar, yang akan dialokasikan untuk program prioritas, peningkatan layanan publik, serta penguatan infrastruktur transportasi dan perhubungan.

Pada tahun anggaran 2026, Dinas Perhubungan Sleman memfokuskan pelaksanaan program pada kegiatan prioritas yang selaras dengan Program Bupati Sleman, antara lain Dalane Padang, Optimalisasi Retribusi Parkir, serta Pengembangan Layanan Bus Sekolah “Si Bulan.” Ketiga program tersebut diharapkan mampu meningkatkan keselamatan berlalu lintas, mendorong pendapatan asli daerah (PAD), serta memperluas akses transportasi publik yang aman dan terjangkau bagi masyarakat.

Program Dalane Padang diarahkan untuk mendukung peningkatan keselamatan jalan melalui penataan dan penguatan sarana prasarana transportasi. Sementara itu, Optimalisasi Retribusi Parkir menjadi fokus strategis dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan perparkiran daerah melalui sistem pengelolaan yang lebih tertib, transparan, dan berkelanjutan. Adapun pengembangan Bus Sekolah “Si Bulan” ditujukan untuk memperluas cakupan layanan transportasi pelajar guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan mendukung keselamatan siswa.

Dari sisi strategi pengadaan barang dan jasa, Dishub Sleman merencanakan tahapan perencanaan pada bulan Januari 2026, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pembangunan pada bulan Maret 2026. Skema ini disusun agar pelaksanaan program berjalan tepat waktu, efektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

ads

Selain program prioritas, Dishub Sleman juga menyiapkan sejumlah inovasi dan penguatan layanan publik tahun 2026, di antaranya Sistem Informasi Manajemen Penerangan Jalan Umum (SIM PJU), SIMPENKENDI, penerapan regulasi baru sektor perhubungan, serta penguatan data geospasial sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan yang lebih akurat.

Dalam pelaksanaannya, Dishub Sleman mengidentifikasi sejumlah tantangan di lapangan, antara lain kondisi penerangan jalan umum (PJU) yang belum merata dan belum sepenuhnya efisien, potensi peningkatan pendapatan parkir yang belum optimal, serta ketersediaan transportasi umum yang masih terbatas. Untuk mengatasi hal tersebut, Dishub Sleman telah menyiapkan langkah strategis berupa monitoring dan pendataan PJU secara berkelanjutan, penerapan mekanisme Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) pada PJU ruas jalan, pelaksanaan hasta kelola perparkiran, serta pengembangan tambahan layanan bus sekolah.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Heri Kuntadi, menyampaikan komitmennya untuk memastikan seluruh rencana kerja tahun 2026 dapat berjalan secara optimal.

“Dinas Perhubungan Sleman akan berusaha semaksimal mungkin agar Rencana Kerja Tahun 2026 berjalan lancar. Setiap kendala dan permasalahan di lapangan akan kami atasi secara terukur dan tepat sasaran sesuai arahan dan perintah Bupati Sleman, demi peningkatan pelayanan kepada seluruh warga Sleman,” tegasnya.

Dengan perencanaan yang matang, inovasi berkelanjutan, serta penguatan sinergi lintas sektor, Rencana Kerja Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2026 diharapkan mampu mendukung terwujudnya sistem transportasi daerah yang aman, tertib, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi besar pembangunan Kabupaten Sleman.(JQ)