- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Bojonegoro) – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) resmi meluncurkan Desa Binaan Palembon melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengmas) yang berfokus pada pemberdayaan peternak dan peningkatan produktivitas ternak bebek petelur. Kegiatan ini berlangsung pada 26–27 Januari 2026 di Desa Palembon, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.

Program ini merupakan kolaborasi antara FKH UNAIR, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, serta sejumlah mitra pendukung, dengan komitmen pendampingan berkelanjutan selama lima tahun (2026–2030).

Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Ir. Elfia Nurani, S.Pt., M.P.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Ir. Elfia Nurani, S.Pt., M.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat desa di bidang peternakan melalui pendampingan, edukasi, serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Desa Palembon dipilih karena memiliki potensi peternakan rakyat, letaknya dekat aliran Bengawan Solo, serta adanya komitmen kuat dari pemerintah desa untuk mendukung pendampingan jangka panjang,” ujarnya.

ads

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan telah diawali dengan penyuluhan kesehatan hewan, gangguan reproduksi ternak, serta pelatihan pembuatan ramuan herbal tradisional untuk ternak. Pada kegiatan puncak dilakukan peluncuran Desa Binaan sekaligus penyerahan bantuan paket bebek petelur kepada 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Penyerahan bantuan Paket bebek petelur kepada 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Program ini diharapkan tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi berkelanjutan hingga mampu meningkatkan produktivitas ternak, kesehatan hewan, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat Desa Palembon,” tambahnya.

Sementara itu, PIC Pengmas FKH UNAIR, Prof. Dr. Widjiati, drh., M.Si., menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai Pengmas berdampak dan berkelanjutan.

“Selama lima tahun ke depan, setiap tahun kami akan hadir tiga kali. Januari untuk pencanangan desa binaan, Mei fokus teknologi dan pengolahan hasil ternak, serta Juli untuk program kesehatan masyarakat termasuk penanganan stunting,” jelasnya.

Pada bulan Mei, FKH UNAIR akan memberikan pelatihan teknologi pengolahan telur bebek seperti telur asin ramah lingkungan dan abon, serta bimbingan teknis penyakit ternak kepada PPL dan tenaga kesehatan hewan. Selain itu, UNAIR juga akan melibatkan mahasiswa internasional dari Pakistan, Bangladesh, dan Prancis untuk belajar budaya dan praktik peternakan lokal di Bojonegoro.

Di bulan Juli, program berlanjut dengan penanganan stunting melalui pemberian protein hewani berupa telur, susu, dan biskuit kepada anak-anak sekolah dasar, serta edukasi antropometri bagi kader PKK, ibu hamil, dan orang tua.

“Mimpi kami, dalam lima tahun Desa Palembon menjadi sentra bebek dan sentra telur asin, sehingga dampak ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Prof. Widjiati.

Dekan FKH UNAIR periode 2025–2030, Prof. Dr. Lilik Maslachah, drh., M.Kes.

Dekan FKH UNAIR periode 2025–2030, Prof. Dr. Lilik Maslachah, drh., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi ilmu pengetahuan agar tidak hanya berhenti pada jurnal akademik.

“Kami membawa para guru besar dan dosen dengan berbagai kepakaran untuk mengawal kegiatan ini. Ilmu yang kami miliki harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Desa Palembon, alumni, pelaku usaha pakan ternak, asosiasi, perbankan syariah, serta seluruh mitra yang terlibat.

Wakil Bupati Bojonegoro periode 2025–2030, Hj. Nurul Azizah, S.E.

Wakil Bupati Bojonegoro periode 2025–2030, Hj. Nurul Azizah, S.E., menyambut baik kolaborasi ini sebagai upaya konkret pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

“Bantuan bebek petelur ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi bagian dari strategi kemandirian ekonomi. Bebek memiliki siklus produksi cepat dan berpotensi besar meningkatkan pendapatan keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini sejalan dengan berbagai program pengentasan kemiskinan Pemkab Bojonegoro seperti Gayatri, Domba Kesejahteraan, dan Ayam Petelur, yang terus dikembangkan agar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Dengan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, Desa Palembon diharapkan menjadi role model desa peternakan berbasis pendampingan ilmiah yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Bojonegoro.

(nald)