
MetroTimes (Surabaya) – Kegiatan sosial bertajuk “Sego Rongewu” kembali digelar meriah di wilayah Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus penguatan ekonomi masyarakat melalui sinergi berbagai komunitas dan stakeholder.
Camat Wiyung, Budiono, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa kegiatan tersebut selaras dengan program Pemerintah Kota Surabaya, khususnya penguatan Kampung Manjasila yang mendorong kepedulian antarwarga.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menggugah kepedulian masyarakat, terutama bagi yang mampu untuk berbagi kepada warga yang membutuhkan. Ini sejalan dengan program Pemkot Surabaya dalam meringankan beban masyarakat kurang mampu,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui pelibatan pelaku UMKM, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi warga.
“Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga memberdayakan UMKM sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian warga Surabaya,” tambahnya.
Berbagai layanan sosial turut dihadirkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya pengajian, layanan potong rambut gratis, hingga pelayanan kesehatan. Budiono menyebut seluruh rangkaian kegiatan merupakan bentuk sinergi antara panitia dan stakeholder pemerintah kota.
“Ini adalah bentuk kolaborasi yang baik antara panitia dan seluruh elemen, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan optimal,” katanya.
Sementara itu, Ketua Baksos’e Suroboyo, Drs. Bambang Udi Ukoro, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan “Sego Rongewu” kali ini melibatkan berbagai komunitas seperti IKASDASA, komunitas salon, Kompas, serta dukungan dari Universitas Yadiprana.
Rangkaian acara diawali dengan senam pagi dan pembagian doorprize, dilanjutkan dengan santunan anak yatim, pemberian bantuan untuk masjid, serta berbagai kegiatan sosial lainnya.
Salah satu inovasi dalam kegiatan kali ini adalah peluncuran “dokar” atau konsep pasar murah yang menyediakan paket sayuran dengan harga Rp2.000 per paket. Selain itu, layanan potong rambut gratis dan pemeriksaan kesehatan gratis juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
“Ini menjadi inovasi baru dalam kegiatan Sego Rongewu, termasuk pasar murah dan layanan sosial lainnya yang langsung menyentuh kebutuhan warga,” jelas Bambang.
Tak hanya itu, kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai lomba partisipatif yang melibatkan masyarakat, khususnya kaum perempuan, guna meningkatkan kebersamaan dan semangat gotong royong.
Bambang berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dengan dukungan lebih luas dari para donatur dan partisipasi masyarakat.
“Kami ingin kegiatan ini terus berlanjut, semakin banyak donatur dan peserta, sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat Surabaya,” pungkasnya.
(nald)









