- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Bawaslu Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah mengajak para politisi di daerah ini tidak mudah tersinggung atau baper (bawa perasaan) ditengah pesta demokrasi Pemilu serentak 2024. Hal ini penting untuk menjaga agar Pemilu serentak di Purworejo berlangsung kondusif.

“Harapnya untuk seluruh politisi agar berkompetisi dalam suasana kebahagiaan. Ini kempetisi, silahkan adu gagasan, visi, misi, adu instrumen itu sah. Silahkan karena ada ruang, tapi jangan baperan. Ini yang penting,” kata Ketua Bawaslu Purworejo, Purnomosidi, Rabu (22/11/2023).

Menurutnya derajat politik para politisi di Purworejo pada Pemilu serentak ini lebih maju dengan beradu gagasan. Bukan adu fisik serta berkompetisi dengan cara-cara yang tidak sehat.

Seperti diketahui tahapan Kampanye Pemilu serentak tahun 2024 tinggal menghitung hari. Bawaslu Purworejo menyiapkan 679 personelnya untuk melaksanakan pengawasan pada tahapan tersebut.

Pada Rabu (22/11/2023) telah dilaksanakan Apel Kesiapan Pengawasan di Alun-alun Purworejo. Seluruh personel pengawas dari kabupaten, kecamatan hingga desa dan kelurahan hari pada apel yang dihadiri seluruh untuk Forkopimda tersebut

ads

“Bawaslu Purworejo sepenuhnya siap melaksanakan pengawasan. Tahapan kampanye akan berlangsung selama 75 hari sejak 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. Hari ini kita laksanakan apel sebagai persiapan menuju tahapan tersebut,” kata sebut Purnomosidi usai kegiatan tersebut.

Dia menjelaskan ada tiga tahapan utama dalam pelaksanaan Pemilu yakni kampanye, masa tenang, pemungutan dan penghitungan suara. Hal itu paling krusial karena gesekan antar peserta maupun pendukung rentan terjadi pada tahapan ini.

“Bawaslu akan lebih kencang pada tahapan ini. Boleh adu gagasan, adu visi misi, boleh berkompetisi tapi kita tetap bersatu dalam keberagaman,” ucap Sidi lagi.

Bawaslu, lanjut Purnomo, memiliki tiga fungsi utama yakni pencegahan, pengawasan dan penindakan. Pihaknya diharap pada Pemilu serentak ini tidak satu pun penindakan yang dilaksanakan Bawaslu, tidak ada yang diproses dan semua berakhir diselesaikan memalui langkah pencegahan.

“Ini paradigma baru, pencegahan menjadi penting. Selama ini kami mengedepankan langkah dialog sebelum pelanggaran terjadi. Seperti belum lama ini kami laksanakan dialog bersama partai peserta Pemilu termasuk relawan,” kata dia lagi.

Belajar dari pelaksanaan Pemilu sebelumnya, ada sejumlah pelanggaran yang rentan terjadi diantaranya penggunaan alat peraga kampanye serta netralitas ASN. Jauh-jauh hari Bawaslu sudah menyampaikan imbauan dan edukasi politik.(dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!