- iklan atas berita -

Purworejo-Warga terutama peternak di wilayah Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo dihimbau waspada, mengingat belum lama ini ada aksi pencurian sapi di Desa Ketangi. Polisi masih menyelidiki kasus pencurian hewan ternak tersebut

Kapolsek Purwodadi, AKP Ponijo melalui Kanit Reskim Aipda Lukas Ariestu mengatakan peristiwa itu diduga terjadi pada 3 Januari 2024 lalu. Pemilik ternak atau korban diketahui bernama Sarwono (55), warga RT 3, RW 6 Desa Ketangi.

“Korban mengetahui kejadian itu sekitar pukul 07:30 WIB saat hendak memberi pakan. Saat ke kandang sapinya sudah tidak ada,” kata Lukas.

Diketahui ternak yang berhasil dibawa pelaku pencurian itu merupakan sapi jenis rambon plegon. Ternak berjenis kelamin jantan dengan usia sekitar 5 bulan.

Terkait peristiwa tersebut polisi sudah melakukan olah kejadian tempat perkara (TKP). Sejumlah saksi pun telah dimintai keterangan, termasuk Sarwono sebagai saksi korban.

ads

“Setelah kejadian, hari itu juga korban membuat aduan ke Polsek Purwodadi. Kami pun bergegas melakukan tindakan dengan mendatangi TKP, meminta keterangan saksi serta melakukan penyelidikan,” sebut Lukas.

Salah satu saksi menyebut, sebelum pencurian itu terjadi ada sebuah kendaraan roda empat berwarna silver melintas di sekitar TKP. Namun, belum bisa dipastikan apakah itu kendaraan yang digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya.

“Kami masih mendalami keterangan saksi ini sambil mencari keterangan yang lebih kuat dan mengarah kepada ciri-ciri pelaku,” imbuhnya.

Selain keterangan saksi, lanjut Lukas, polisi pun telah memperoleh bukti CCTV milik Alfamart yang lokasinya tak jauh dari peristiwa pencurian itu. Namun dari CCTV tersebut polisi tidak memperoleh bukti petunjuk.

“Dalam tayangan CCTV kami tidak melihat petunjuk, karena CCTV itu tidak mengarah ke jalan melainkan hanya mengarah ke area parkir,” kata Lukas.

Untuk mengungkap kasus pencurian tersebut, Polsek Purwodadi pun berkoordinasi dengan Polsek sekitar seperti Polsek Bagelen, Ngombol, Banyuurip serta Grabag. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya kasus serupa di wilayah-wilayah tersebut.

“Yang jelas, penyelidikan masih terus berlangsung. Mudah-mudahan personel kami bisa segera memperoleh titik terang,” pungkasnya.(dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!