
Metro Times (Purworejo) Heru Agung Prastowo SKep Ns MM kembali dipercaya memimpin Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Purworejo untuk periode tahun 2022-2027. Heru terpilih menjadi ketua secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) X DPD PPNI Kabupaten Purworejo, Minggu (13/2).
Musda digelar di Gedung Pusat Pengembangan Perawat DPD PPNI Purworejo, diikuti puluhan peserta dari unsur utusan komisariat dan peninjau. Hadir pada kesempatan itu antara lain Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo dr Sudarmi MM, Ketua DPW PPNI Jawa Tengah Ns Kurnia Yuliastuti MKep, dan para Ketua DPD PPNI se-Korwil Kedu.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyebut, PPNI sebagai organisasi profesi perawat memiliki peran penting dan strategis untuk melindungi, mengayomi, membina, serta mengembangkan komunitas keperawatan di Indonesia. Utamanya dalam menjalankan tugas-tugas keperawatan yang berkualitas serta meningkatkan kesejahteraan komunitas keperawatan di Indonesia.
“Pada saat krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, keberadaan tenaga medis termasuk perawat terasa begitu dibutuhkan. Tanpa kerja keras tenaga medis, korban akibat Covid-19 pasti akan semakin banyak berjatuhan,” sebutnya.
Menurut Yuli Hastuti, sudah selayaknya semua pihak memberikan apresiasi dan rasa bangga yang luar biasa atas dedikasi dan perjuangan para tenaga medis sebagai garda terdepan sekaligus benteng terakhir dalam perang melawan Covid-19. Oleh karena itu, masyarakat juga harus mendukung perjuangan para tenaga medis, dengan tak pernah kendur dalam menerapkan protokol kesehatan. Pihaknya juga berharap, dengan stuktur kepengurusan baru hasil Musda nantinya, kiprah DPD PPNI kian meningkat.
“Saya titip kepada semua anak-anakku perawat agar senantiaya ngayomi, ngayemi dan nglayani kepada masyarakat, itu juga yang menjadi tugas saya dan kita bersama sebagai pelayan masyarakat,” tandasnya.
Ketua DPW PPNI Jawa Tengah Ns Kurnia Yuliastuti MKep mengapresiasi kinierja DPD PPNI Purworejo. Hal itu antara lain ditunjukkan dengan kondisi dari sebelumnya yang tidak punya apa-apa, kini mampu memiliki gedung megah yang dapat bisa dibanggakan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Semoga semua ini bisa menjadi motivasi untuk menjadikan perawat di Purworejo menjadi smart, interaktif dan inovatif,” harapnya.
Pada babagian lain Kurnia Yuliastuti mengungkapkan bahwa di Provinsi Jawa Tengah saat ini masih terdapat sekitar 12.000 perawat honorer yang belum mendapatkan pengakuan status kepegawaiannya. Sebagian di antaranya berada di Purworejo.
“Kemudian masih ada yang ketika masuk berdasarkan SK Kepala Puskesmas atau dari SK Lurah itu pun mereka lakukan. Tujuannya hanya ingin mengabdi. Namun demikian, harapan kami di Purworejo ini akan selesai manakala Ibu Wakil Bupati berkenan untuk membuka peluang perawat PPPK maupun CPNS di wilayah Purworejo,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Musda X DPD PPNI Kabupaten Purworejo, Suyatman S Kep Ners SE MM, menjelaskan bahwa Musda ,merupakan agenda 5 tahunan organisasi. Selain memilih ketua, Musda digelar untuk menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Periode 2016-2022.
“Pemilihan ketua berlangsung secara aklamasi dan seluruh peserta sepakat memilih Pak Heru Agung Prastowo untuk kembali menjadi ketua. Selanjutnya struktur kepengurusan secara lengkap akan disusun oleh Tim Formatur dan diberikan waktu 14 hari kalender setelah Musda,” jelasnya. (dnl)




