- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Program Desa BRILiaN 2025 Batch 2 resmi menginjak fase penting melalui kegiatan Inaugurasi yang diselenggarakan secara daring dan dihadiri oleh lebih dari 300 desa dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian pelatihan sekaligus momen penetapan desa-desa terbaik hasil evaluasi program penguatan kapasitas desa.

Muhammad Candra Utama, Senior Executive Vice President PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Sambutan pembuka disampaikan oleh Muhammad Candra Utama, Senior Executive Vice President PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dalam kesempatan ini, beliau menegaskan komitmen BRI sebagai bank dengan fokus pada segmen UMKM untuk terus mendorong pemberdayaan lembaga desa. “Sejak 2020, BRI hadir melalui Program Desa BRILiaN untuk mencetak role model pemimpin desa unggul yang mampu mengoptimalkan pencapaian SDGs Desa. Ini merupakan wujud nyata upaya pemerataan ekonomi, pengembangan kewirausahaan, digitalisasi, dan pengentasan kemiskinan. Hingga Juli 2025, program ini telah diikuti tidak kurang dari 4.600 desa.

Dr. H. Yusra, M.Pd., Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa

Keynote speech disampaikan oleh Dr. H. Yusra, M.Pd., Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya penguatan kelembagaan desa, hilirisasi produk unggulan untuk meningkatkan nilai tambah dan akses pasar, serta pemanfaatan teknologi digital guna mempercepat transformasi desa menjadi entitas ekonomi yang modern, mandiri, dan berdaya saing. Sementara itu, Direktur AEEC Universitas Airlangga, Prof. Dr. Zaenal Fanani, SE., MSA., Ak., CA., ACPA., dalam pemaparannya menekankan bahwa pendampingan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas desa dalam mengembangkan potensi lokal, meningkatkan omzet BUMDes, memajukan inovasi, serta memperluas jangkauan promosi produk unggulan melalui media digital.

ads

Puncak acara diisi dengan pengumuman 20 Desa Terbaik Program Desa BRILiaN 2025 Batch 2. Dari 20 desa terbaik yang diumumkan, terpilih 15 desa untuk mendapatkan pendampingan intensif, yaitu Desa Batupute (Sulawesi Selatan), Desa Bumimulyo (Jawa Tengah), Desa Cikupa (Jawa Barat), Desa Kalipelus (Jawa Timur), Desa Karanggedeang (Jawa Tengah), Desa Menawan (Jawa Tengah), Desa Pangu Dua (Sulawesi Utara), Desa Penaruban (Jawa Tengah), Desa Rahayu (Jawa Tengah), Desa Rama Nirwana (Lampung), Desa Rengel (Jawa Timur), Desa Sanur Kaja (Bali), Desa Singasari (Jawa Barat), Desa Sumbermanjing Kulon (Jawa Timur), dan Desa Swastika Buana (Lampung).

Pendampingan tersebut dapat dimanfaatkan oleh desa untuk mengembangkan potensi dalam rangka menjawab permasalahan dan tatanan yang ada di desa. Dalam pendampingan ini, masing-masing desa akan difasilitasi untuk mendalami penguatan pengelolaan keuangan desa, digitalisasi tata kelola melalui website dan media sosial, hingga literasi dan inklusi keuangan. Pada aspek BUMDesa, pendampingan difokuskan pada penyusunan model bisnis dan SOP unit usaha, strategi pemasaran, manajemen administrasi, serta konektivitas produk ke platform digital. Seluruh rangkaian disusun secara kontekstual dan partisipatif berdasarkan kebutuhan desa yang bersangkutan.

Program Desa BRILiaN 2025 Batch 2 menjadi bukti nyata sinergi hexahelix – pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, media, serta regulasi – untuk menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang tangguh, dan berdaya saing, demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Program Desa BRILiaN 2025, dapat menghubungi Anisa – Admin Program Airlangga Executive Education Center (AEEC) melalui nomor +62 813 6888 1718.

(nald)