
METROTIMES ( Amvon ) Pada September 2026, Provinsi Maluku mengalami deflasi sebesar 0,07% (mtm), setelah bulan sebelumnya mencatatkan inflasi sebesar 0,81% (mtm). Secara spasial, deflasi terjadi di Kabupaten Maluku Tengah dan Kota Tual, masing-masing sebesar 1,19% (mtm) dan 0,10% (mtm). Sementara itu, Kota Ambon mencatat inflasi sebesar 0,68% (mtm). Secara tahunan, inflasi Provinsi Maluku tercatat sebesar 3,91% (yoy), berada di atas rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,50±1% (yoy). Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,68% (yoy).
Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau mengalami deflasi pada bulan September 2026. Kelompok ini mencatat deflasi sebesar 0,01% (mtm), terutama didorong oleh penurunan harga komoditas perikanan, antara lain Ikan Tongkol, Ikan Cakalang, Ikan Selar, dan Ikan Layang dengan andil (mtm) masing-masing sebesar -0,20%, -0,18%, -0,11%, dan -0,10%, seiring mulai masuknya musim peralihan II dari musim timur yang disertai penurunan gelombang sehingga mendorong peningkatan produktivitas nelayan. Deflasi lebih dalam tertekan oleh kenaikan harga komoditas hortikultura dan sayuran, antara lain Cabai Rawit dengan andil (mtm) sebesar 0,15%, Labu Siam dengan andil (mtm) sebesar 0,07%, serta Terong, Tomat, dan Sawi Hijau yang masing-masing memberikan andil (mtm) sebesar 0,06%, seiring berlangsungnya periode El Niño yang menekan produktivitas dan pasokan komoditas tersebut.
Sejalan dengan kondisi tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat berbagai upaya pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas harga pangan. Upaya tersebut dilakukan melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) serta penguatan sinergi TPID dengan mengacu pada empat pilar pengendalian inflasi (4K), yaitu Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Pada aspek Ketersediaan Harga, pemerintah secara rutin melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta penyaluran beras SPHP untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga pangan. Dari sisi Ketersediaan Pasokan, implementasi Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS), penyuluhan alih dan desain pertanian, serta penyerapan gabah oleh Bulog terus didorong untuk meningkatkan produksi dan menjaga kecukupan pasokan pangan. Pada aspek Kelancaran Distribusi, TPID memperkuat kerja sama antardaerah (KAD), memperluas jaringan distribusi pangan, dan mendorong kolaborasi pemasaran strategis dari daerah sentra ke wilayah lain. Sementara itu, dari sisi Komunikasi Efektif, TPID terus melakukan pemantauan harga pasokan pangan, memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan, serta menyampaikan informasi kepada masyarakat untuk menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali.
Ambon, 1 Oktober 2026
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku
Surya Alamsyah
Kepala Perwakilan









