- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Kaum wanita sebagai seorang ibu sangat berperan menentukan kesejahteraaan keluarga. Banyak potensi yang dimiliki wanita, tetapi perlu secara kontinyu digali dan dikembangkan.

Wanita juga memiliki tantangan yang berat di zaman now. Untuk menghadapinya dituntut dapat mengenali zaman, memiliki strategi, dan menjadi model atau teladan di dalam keluarga.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Parenting yang digelar oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Purworejo di Aula Sekolah Mutiara Ibu Purworejo, Sabtu (22/9). Parenting bertajuk “Menggali Potensi, Mewujudkan Jatidiri” diikuti 53 orang dari unsur pelaksana DWP dinas/instansi/kecamatan dan 47 orang pengurus DWP Kabupaten Purworejo.

Beragam materi terkait tema disampaikan oleh narasumber Pakar Pendidikan Keluarga yang juga pengelola Sekolah Mutiara Ibu, Cecilia Maryati Kardi SPSi, dan dimoderatori Dra Titik Mintarsih MPd.

ads

“Untuk mewujudkan jati diri, wanita perlu memahami dan menggali potensinya secara terus-menerus. Dan menghadapi zaman now ini kita harus bisa menyesuaikan karena kita lahir bukan di zaman anak-anak kita lahir,” kata Cecilia.

Menurut Cecilia, kelebihan wanita yang pertama yakni memiliki lintasan neurotransmetter untuk otak kanan dan kiri. Kelebihan itu menjadikan wanita lebih detail dalam berpikir dan bertindak.

Selanjutnya, wanita memiliki potensi untuk berbicara sebanyak 20 ribu kata per hari dan lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki yang hanya 7 ribu kata per hari. Dengan kondisi bawaan itu, wanita cenderung lebih berbakat dalam memotivasi, khususnya di dalam lingkungan keluarga.

Potensi berikutnya yang lebih penting yakni wanita memiliki kedudukan sebagai ibu dan guru yang merupakan sumber moralitas atau ilmu dalam keluarga. Dalam posisi ini, wanita harus dapat menjadi sumber moralitas yang cukup dan baik.

“Maka wanita harus berperan jadi guru yang baik bagi anak-anaknya di rumah. Misalnya ibu itu harus tahu pendidikan apa saja yang harus diberikan kepada anak, bagaimana strateginya, dan kapan waktunya,” ungkapnya.

“Apalagi untuk menghadapi tantangan zaman now, kita harus mampu menggali potensi diri agar cukup pengetahuan. Dan jangan berhenti untuk belajar,” tandas Cecilia.

Ketua Panitia, Elly Pram Prasetyo Achmad, menyebut Parenting merupakan program kerja DWP yang dimotori oleh Bidang Pendidikan. Tujuannya antara lain memberikan pemahaman tentang cara menggali potensi untuk mewujudkan jati diri dan meningkatkan kualitas pribadi anggota DWP agar menjadi lebih meningkat ke arah positif.

“Serta menciptakan rasa cinta sesama nggota DWP,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Purworejo, Dra Erna Said Romadhon, mengungkapkan bahwa pendidikan yang utama untuk anak-anak adalah pendidikan yang melibatkan orang tua, dimulai dari keluarga. Penelitian terkait dengan ketidakmampuan pengasuhan orang tua terhadap anak telah membuktikan banyaknya dampak permasalahan sosial.

“Informasi dari media massa belum lama ini, di jalan-jalan Kabupaten Purworejo masih ada anak punk. Bahkan, saat ditertibkan ada remaja yang hamil di luar nikah. Kita ikut prihatin,” ungkapnya.

DWP sebagai organisasi yang mewadahi istri PNS berkomitmen untuk memebantu pemerintah untuk mengupayakan dalam mnciptakan keluarga harmonis dan mempersiapkan generasi berencana.

“Generasi yang sehat, cerdas, ceria, dan berkahlak mulia. Terhindar dari Triad KRR, yaitu NAPZA, pergaulan bebas, serta HIV/AIDS,” tandasnya. (Daniel)