MetroTimes (Surabaya) – Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) bekerjasama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR, Puskesmas, Dinas kesehatan, dan juga Pemerintah Kota (Pemkot) untuk bersama-sama bersinergi mengurangi masalah stanting.

Cici Srirejeki, Community Development Project (CDP) Manager GNI di Surabaya, menuturkan, kami saat ini melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada warga, khususnya ibu-ibu hamil dan ibu balita yang sudah di 5 Kelurahan di Kecamatan Semampir. Dari Kelurahan Ujung, Kelurahan Ampel, Kelurahan Pegirian, Kelurahan Sidotopo dan terakhir di Kelurahan Wonokusumo.

“Output atau capaian yang akan dicapai pada kegiatan ini adalah kami ingin membantu pemerintah untuk mengeliminasi masalah stanting, karena kita tahu semua stanting itu saat ini datanya walaupun sudah mulai turun, misal contoh di Wonokusumo sudah tinggal 18 orang. Namun kita tahu masih banyak bayi-bayi yang rentan. Dan kami fokus kepada masalah yang rentan stanting,” terang Cici disela-sela kegiatan di Balai RW, Kel. Wonokusumo, Kec. Semampir, Surabaya, Selasa (2/8/2022).

Ia melanjutkan, pada kegiatan ini kami mengundang 30 ibu hamil dan 30 ibu balita, namun ada beberapa yang izin karena mereka harus bekerja, kemudian ada yang kontrol, tapi kadernya mewakili supaya juga tercapai untuk penyampaian informasi dan edukasinya kepada ibu-ibu.

Cici juga menyampaikan, bahwa di Bulan Agustus ini juga nantinya akan ada pelatihan pemberian makanan bayi dan anak. Kami ingin mengedukasi supaya mereka lebih tahu cara mengurangi stanting. Jadi memberi asupan gizinya, kemudian ibu hamilnya juga terjaga secara gizi dan juga nutrisinya. Kemudian bagaimana prilaku hidup bersih dan sehatnya, kita fokuskan untuk itu.

“Kami berharap semuanya bisa terpantau dengan baik, nanti akan dimonitor oleh kader Surabaya Hebat, sehingga harapannya semua bisa terkendali untuk masalah stanting ini tidak sampai bertambah terus,” tandasnya.

“Rekomendasi GNI terhadap Pemkot Surabaya menekan angka stanting, yaitu kami inginkan mereka dari warga berpartisipasi aktif mulai dari kader, warganya sendiri, ibu balitanya, kemudian ibu hamilnya juga paham dan tentu saja dukungan-dukungan dari pemerintah setempat, baik pak Lurah, pak Camat, dan juga tentu dengan kebijakan Pemerintah Kota yang mendukung untuk gerakan ini,” pungkas Cici.

Sementara Lurah Wonokusumo Andri Kurniawan menyampaikan, Kegiatan ini tentang pencegahan dan pengurangan angka stanting di Kelurahan Wonokusumo. Saya pikir ini program yang bisa membantu pemerintah kota untuk menurunkan angka stanting yang ada di Kelurahan. Jadi sejalan dengan program yang ada di pemerintah kota, yaitu penurunan dan pengurangan angka stanting.

“Harapan kami, bahwa ibu-ibu yang diundang pada hari ini, adalah ibu-ibu yang mempunyai balita dan ibu-ibu yang hamil bisa memperoleh pengetahuan tentang memperhatikan kondisi anak yang punya balita dan yang untuk ibu hamil bisa mencari jalan untuk memberikan nutrisi yang baik, gizi yang baik untuk calon bayinya yang akan dilahirkan,” paparnya.

Lanjutnya, Jadi harapan kami seribu hari pertama ini anak-anak ini bisa memperoleh nutrisi dan gizi yang cukup untuk perkembangan otak dan juga pertumbuhan badan pada anak.

“Upaya Kelurahan untuk menekan angka stanting, kita bekerjasama dengan Puskesmas memberikan sosialisasi, dan dari Puskesmas memberikan permakanan tambahan bagi anak-anak stanting, dan juga pemberian nutrisi dan vitamin bagi anak-anak stanting,” tutup Lurah Wonokusumo. (nald)

—————-

Yayasan Gugah Nurani Indonesia adalah organisasi kemanusiaan non pemerintah yang bekerja sesuai dengan pilar-pilar SDGs (Sustainable Development Goals), terutama pada bidang yang berkenaan dengan hak-hak anak dan pemberdayaan masyarakat.

Gugah Nurani Indonesia juga menghargai hak-hak asasi manusia yang berada dalam kemiskinan, bencana, penindasan, untuk membantu mewujudkan kemandirian serta memberikan akses untuk membangun kembali harapan mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini