- iklan atas berita -

Metro Times (Kebumen)-Di Desa Sidomulyo Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen ada seorang warga bernama Sodikin Rahmat. Pria berusia 42 itu harus menghadapi kenyataan hidup yang begitu pelik karena orang yang ia sayangi divonis mengidap gangguan jantung.

Kondisi itu membuat buruh swasta yang tinggal di pedesaan itu cukup terpukul. Bagaimana tidak, dengan penghasilan pas-pasan ia harus berfikir dan bekerja keras seorang diri untuk mencarikan biaya pengobatan yang nilainya begitu besar

Meski hidup sederhana dengan pendapatan dan jauh dari kata cukup, Sodikin selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarganya, terutama bagi istrinya yang selama ini menjadi sosok pendamping hidupnya.

Sekitar sembilan bulan yang lalu, sang istri didiagnosis mengidap penyakit jantung. Kondisi tersebut sempat membuat keluarganya panik. Saat itu, ial khawatir tidak akan mampu menanggung biaya pengobatan yang cukup besar. Namun, di tengah kekhawatiran itu, Sodikin merasa sangat bersyukur karena istrinya terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

ā€œKalau tidak ada program JKN, mungkin saya tidak tahu harus bagaimana. Saat tahu istri saya harus dirawat, saya langsung menggunakan kartu BPJS Kesehatan dan ternyata prosesnya mudah dan cepat. Pelayanannya juga sangat baik, semua petugas ramah dan sigap membantu,ā€ ucap Sodikin.

ads

Sodikin menuturkan sejak awal istrinya masuk rumah sakit, semua proses administrasi berjalan lancar tanpa adanya diskriminasi dan tambahan biaya karna semua biaya sudah ditanggung oleh pemerintah.

Ia pun merasa diperlakukan dengan sangat baik meskipun status kepesertaannya adalah PBI. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa layanan Program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan status sosial ataupun kemampuan ekonomi.

Selama menjalani masa perawatan, istrinya mendapatkan penanganan medis yang layak. Dokter dan perawat selalu memberikan informasi secara terbuka mengenai perkembangan kondisi pasien. Hal ini membuat Sodikin merasa tenang dan yakin bahwa keluarganya berada di tangan yang tepat. Setelah menjalani serangkaian perawatan, kondisi sang istri terus membaik hingga akhirnya dapat kembali beraktivitas seperti semula.

Sodikin mengaku sangat berterima kasih atas hadirnya Program JKN. Menurutnya, program ini telah banyak membantu keluarganya dalam masa sulit.

ā€œSaya benar-benar berterima kasih dengan adanya Program JKN. Karena program ini, istri saya bisa ditangani dengan baik oleh rumah sakit tanpa harus terbebani biaya besar. Bahkan saya tidak mengeluarkan biaya tambahan sedikit pun, semuanya sudah ditanggung penuh oleh pemerintah. Kalau tidak ada Program JKN, mungkin saya sudah mengeluarkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit, bahkan mungkin tidak sanggup,ā€ tuturnya penuh rasa syukur.

Ia menambahkan, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Program JKN tidak hanya membantu dari sisi biaya, tetapi juga memberikan ketenangan batin. Ia bisa fokus mendampingi istri tanpa harus memikirkan biaya rumah sakit yang besar.

Sodikin juga berharap masyarakat lain, khususnya yang kurang mampu, bisa memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah melalui program BPJS Kesehatan. Menurutnya, program ini menjadi bentuk nyata kepedulian negara terhadap warganya, agar semua orang memiliki akses yang sama terhadap layanan kesehatan.

ā€œSekarang saya selalu cerita ke tetangga dan teman-teman, jangan takut atau ragu untuk menggunakan Program JKN. Pelayanannya bagus kok, nggak ada bedanya antara peserta PBI dengan peserta mandiri. Yang penting kita mengikuti prosedurnya dengan benar,ā€ tambahnya sambil tersenyum.

Kisah Sodikin Rahmat dari Desa Sidomulyo, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, menjadi bukti bahwa program JKN benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga memberikan jaminan perlindungan dan rasa aman bagi setiap peserta yang membutuhkan layanan kesehatan. Melalui pengalaman ini, Sodikin mengajak masyarakat untuk terus menjaga keaktifan kepesertaan dan percaya bahwa program ini hadir untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia.(dnl)