- iklan atas berita -

METRO TIMESĀ  wakil ketua komisi IV DPRD provinsi Maluku Rofik Afifudin menjelaskan pada insan media terkait kunjungan’nya ke RSUD Haulussy yang berlokasi daerah kudamati,Rabu(05/04/2023)
Bahwa kami Melakukan kunjungan pengawasan ke RSUD ini untuk melihat secara langsung program-program APBD dan APBN yang ada di sana termasuk dan di sana juga kita akan melakukan pengawasan terhadap pembayaran jasa tenaga kesehatan untuk Covid,Sebenarnya secara pribadi sangat tidak nyaman dengan sikap manejemen RSUD karena di DPRD bicara lain dan di RSUD juga sikapnya lain juga.

Mulai dari kebijakan dan banyak alasan alasan seperti nomor rekening alasan itu lalu dengan alasan tim juknis , PPK dan inspektorat juga selalu banyak alasan,Ada alasan pejabat PPK nya mundur dan sebagainya hal ini menunjukan bahwa kepemimpinan nya lemah apalagi inspektorat tidak ada masalah,

Makanya besok kita akan melihat tim juknisnya juga dan akan kita panggil,kita lihat perubahan perubahan sebagaimana yang diusulkan oleh inspektorat di tambah juga kita akan melihat program program kegiatan ada bangunan menggunakan DAK ,

Lanjut Afifudin bahwa besok juga kita akan pastikan semua itu sesuai dengan komitmen kita seperti TTD sosialisasi dan dan di buktikan dengan TTD di tambah dengan ada beberapa revisi itu yang kita lihat besok.Dan masalah pembayaran mustinya evaluasi aja dan kalau menurut saya harus diganti saja pimpinannya alasannya ada beberapa kelemahan antara lain dari kebijakan, dari manajemen kepemimpinan juga tidak kuat dan juga bukan tipikal pemimpin yang play riss gitu bermain dengan resiko dan banyak menghindari resiko jadi dia tidak bisa memimpin sebuah institusi seperti RSUD yang mana ada Visi besar pemerintahan ini di sana

Dan dia harus catat bahwa salah satu visi misi Gubernur Maluku dan wakil gubernur Maluku adalah menjadikan rumah sakit RSUD sebagai rumah sakit bertaraf internasional,
Dan kalau kemudian Direktur model itu urus cuma bagi urusan covid aja takut bagaiman dia berani untuk mengembangkan rumah sakit ini menjadi rumah sakit bertaraf internasional,
Jadi saya pastikan dia tidak mampu lah untuk membawa rumah sakit RSUD itu menjadi Rumah sakit internasional sebaiknya direktur di evaluasi atau diganti aja banyak juga anak negeri kita di bidang kedokteran dan punya pengalaman,kemauan dan cita cita yang sama untuk rumah sakit ini bisa menjadi rumah sakit yang ternama,”tuturnya

ads