- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jawa Timur menggelar Halal Chef Competition yang sekaligus menjadi rangkaian Road to Indonesia International Halal Chef Competition (IIHCC). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Deputi Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta, Yosamartha, para chef profesional, akademisi, dan perwakilan pelaku industri halal.

Dalam sambutannya, Yosamartha menegaskan bahwa penyelenggaraan FESyar dan ISEF menjadi salah satu bentuk komitmen Bank Indonesia dalam menciptakan masa depan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan kompetitif.

“Lesson learned yang kami ambil adalah bahwa dunia bergerak begitu cepat. Kalau kita ingin tahu masa depan seperti apa, maka kita harus menciptakannya. FESyar dan ISEF adalah upaya BI untuk menggerakkan elemen-elemen ekonomi agar siap menghadapi tren global,” ungkap Yosamartha.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki potensi besar di sektor halal, mulai dari makanan, pariwisata ramah muslim, hingga modest fashion. Bahkan, menurutnya, Indonesia sudah menduduki peringkat empat dunia untuk halal food dan peringkat pertama dunia untuk modest fashion.

ads

Acara yang berlangsung di Surabaya ini diikuti oleh tiga kategori peserta: Chef Profesional, Santri Pondok Pesantren, dan Siswa SMK. Yosamartha berharap ajang ini mampu menjaring talenta-talenta kuliner terbaik dari seluruh daerah untuk kemudian direplikasi ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Halal food bukan hanya bicara label, tetapi kesadaran sepenuh hati. Integritas dan kecintaan dalam mengolah makanan akan menimbulkan keberkahan, dan dari keberkahan itu lahir olah rasa yang bisa menjadi seni sekaligus peluang wirausaha,” tambahnya.

Selain kompetisi memasak, digelar pula talkshow bertajuk “Unlocking Halal Markets: From Taste to Trade” yang menghadirkan para pakar dan praktisi industri halal untuk berbagi inspirasi.

Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Chef Giovanni Fergio, pemenang MasterChef Indonesia Season 10. Giovanni mengapresiasi acara ini karena mampu meningkatkan kesadaran dan literasi masyarakat mengenai halal food.

“Menurut saya acara seperti ini sangat baik, bukan hanya untuk mereka yang sudah paham halal, tetapi juga untuk mengedukasi masyarakat yang masih minim literasi. Kita berharap sertifikasi halal semakin mudah diakses, tidak hanya di Jawa, tetapi juga di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua,” ujarnya.

KPw BI Jawa Timur optimistis bahwa kolaborasi seperti ini akan menjadi langkah awal yang kuat untuk menjadikan industri makanan dan minuman halal Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri sekaligus mampu bersaing di pasar global.

(nald)