- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Dalam rangka memperingati Hari Anak Indonesia, Lions Club Surabaya Sejahtera menggelar kegiatan sosial dan edukatif di Atrium Lantai 1 Ciputra World Surabaya, Sabtu (4/7/2026). Mengusung semangat perlindungan anak, acara ini menghadirkan talkshow, pertunjukan seni, edukasi anti kekerasan, hingga pemutaran film animasi Minilemon sebagai upaya membangun karakter positif anak Indonesia.

Charter President Lions Club Surabaya Sejahtera sekaligus Project Officer kegiatan, Tatik Effendi, S.H., mengatakan peringatan Hari Anak Indonesia menjadi momentum untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat bersama-sama memperjuangkan hak-hak anak.

“Kegiatan ini dilatarbelakangi keprihatinan terhadap masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak. Kami ingin mengedukasi masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan yang aman bagi anak, menghormati hak-hak mereka, dan mendengarkan suara anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Tatik.

Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan membangun keberanian anak untuk berbicara dan melapor apabila mengalami ataupun menyaksikan tindak kekerasan. Hal itu menjadi penting mengingat Jawa Timur masih mencatat angka kekerasan terhadap anak yang tinggi, termasuk kasus yang dilakukan oleh orang terdekat, bahkan ayah kandung.

ads

“Kami ingin meningkatkan kesadaran publik mengenai perlindungan anak, anti kekerasan, anti bullying, serta pentingnya inklusi bagi anak-anak penyandang disabilitas. Anak-anak harus tahu bahwa mereka memiliki hak untuk didengar dan dilindungi,” katanya.

Tatik menegaskan setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang, cinta, perlindungan, dan kesempatan tumbuh berkembang secara optimal. Karena itu, dibutuhkan gerakan bersama lintas sektor agar perlindungan anak tidak berhenti sebagai slogan.

Ia berharap pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada anak melalui penguatan sekolah ramah anak, penerapan SOP anti bullying, penyediaan pusat pengaduan yang mudah diakses, peningkatan literasi digital, penguatan ketahanan keluarga, serta penanaman nilai kesetaraan.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, sekolah, orang tua, komunitas, hingga sektor swasta harus berkolaborasi dalam gerakan nyata untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak Indonesia,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Lions Club Surabaya Sejahtera juga menggandeng Reno Halsamer, Founder Film Animasi Minilemon, yang selama ini dikenal aktif mengembangkan konten edukatif untuk membangun karakter positif anak Indonesia melalui dunia animasi.

“Melalui Minilemon, kami ingin menanamkan nilai-nilai kebaikan, toleransi, kepedulian, dan karakter positif kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan,” ujar Reno.

Selain talkshow bertema Stop Bullying dan Kekerasan pada Anak, kegiatan semakin semarak dengan penampilan berbagai komunitas dan organisasi yang memberikan ruang bagi kreativitas serta inklusi anak-anak, di antaranya Fira Modelling Disabilitas, Gempita Suara Semesta, SLB Harapan Bunda, Paduan Suara Swarboyo, Sanggar Tari Chandik Ayu Tama, Angklung Gita Nusantara Cendekia, Infinity Modelling feat Gucci Co., sosialisasi P4GN/Narkoba, demo pembuatan sandal batik dan Airger oleh warga binaan disabilitas mental Al Hafizh, serta partisipasi Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa Indonesia.

Puncak acara ditandai dengan kegiatan nonton bersama film animasi Minilemon yang diharapkan dapat menjadi media edukasi sekaligus hiburan bagi anak-anak dan keluarga.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai sponsor dan mitra, di antaranya Yupi, Yakult, Inago, Dragon, Viva Kosmetik, Kopi Suang Hor, AKR Grand Estate, Marina City, Kangen Water, Madu HDI, Rumah Anak Prestasi, Dinas Sosial Kota Surabaya, Yayasan Kasih Kanker Anak Indonesia, Mandhegani Ecoprint, Life COD, Laskar Gibran, Partai Perindo, Biro Psikologi Talenta, serta SDM & Hukum Lucia’s Partners.

Melalui kolaborasi berbagai pihak tersebut, Lions Club Surabaya Sejahtera berharap semangat melindungi anak dapat menjadi gerakan berkelanjutan, sehingga seluruh anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, bebas dari kekerasan, dan memiliki karakter positif sebagai bekal membangun masa depan bangsa.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!