
MetroTimes (Surabaya) – Lions Club Surabaya Srikandi mengajak anak-anak menumbuhkan semangat perdamaian, persatuan, dan toleransi melalui ajang Peace Poster Contest bertema “Harmony in Humanity”. Kegiatan tahunan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memahami pentingnya hidup berdampingan di tengah keberagaman.

Project Officer Lions Club Surabaya Srikandi, Chris Tiovanny, menyampaikan bahwa kompetisi menggambar dan mewarnai tersebut merupakan bagian dari program internasional Lions Clubs International yang mengangkat pesan perdamaian melalui karya seni anak-anak.
Menurutnya, tema “Harmony in Humanity” mengandung pesan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk membangun kebersamaan. Sebaliknya, keberagaman suku, agama, budaya, maupun cara pandang harus menjadi kekuatan untuk menciptakan kehidupan yang harmonis.
“Intinya, meskipun kita berbeda, kita tetap bisa bersatu. Di Indonesia ada banyak suku dan agama, begitu juga setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda. Namun, kita tetap bisa hidup bersama dalam suasana damai,” ujar Chris Tiovanny.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut diikuti 72 peserta yang terbagi dalam dua kategori usia, yakni kategori A untuk anak berusia 8–11 tahun dan kategori B untuk anak berusia 11–13 tahun.
Kedua kategori memiliki pendekatan lomba yang berbeda. Peserta kategori A mendapatkan gambar yang telah disediakan untuk diwarnai, sedangkan peserta kategori B diminta membuat gambar berdasarkan ide, imajinasi, dan kreativitas masing-masing dengan tetap mengacu pada tema perdamaian dan persatuan.
Peserta diberikan kebebasan memilih media dan perlengkapan menggambar maupun mewarnai. Kebebasan tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk mengekspresikan gagasan mereka tanpa dibatasi merek atau jenis alat warna tertentu.
Chris Tiovanny menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi dan penghargaan. Lebih dari itu, penyelenggara ingin membangun pemahaman mengenai toleransi dan perdamaian sejak usia dini.
“Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Saya berharap mereka dapat menuangkan imajinasi dan kreativitasnya sejak kecil, kemudian tumbuh menjadi pribadi yang semakin kreatif dan cinta damai. Mereka harus memahami sejak dini bahwa kita memiliki banyak perbedaan, tetapi tetap harus bersatu,” tuturnya.
Ia menambahkan, Peace Poster Contest rutin diselenggarakan setiap tahun dengan tema yang berbeda. Melalui kegiatan berkelanjutan tersebut, Lions Club Surabaya Srikandi ingin menjadikan pesan perdamaian sebagai nilai yang terus diperkenalkan kepada generasi muda.
Peserta yang berhasil menunjukkan karya terbaik berkesempatan memperoleh penghargaan di tingkat penyelenggara. Kompetisi ini juga menjadi bagian dari program internasional Lions Clubs International yang membuka peluang bagi karya terpilih untuk mengikuti tahapan penilaian lebih lanjut hingga tingkat internasional.
Penilaian Tak Hanya Soal Warna, tetapi Juga Kreativitas
Owner Sanggar Lukis Anak Defina sekaligus juri lomba, Mochamad Chotib Rahmat Akbar, menjelaskan bahwa penilaian karya dilakukan berdasarkan sejumlah aspek teknis dan kreativitas.
Kriteria yang diperhatikan meliputi kerapian, kebersihan, komposisi warna, kreativitas, serta penyelesaian karya atau finishing. Peserta harus menyelesaikan karyanya agar dapat dinilai secara utuh oleh dewan juri.
“Kalau hasilnya bagus tetapi belum selesai, tentu tidak bisa dinilai secara maksimal. Penyelesaian karya menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian,” jelas Akbar.
Menurutnya, kategori menggambar memberikan ruang lebih luas bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan berkreasi. Juri dapat melihat bagaimana peserta menerjemahkan tema “Harmony in Humanity” melalui ide, imajinasi, dan visualisasi yang mereka buat sendiri.
Sementara itu, pada kategori mewarnai, penilaian juga memperhatikan bagaimana peserta mengolah komposisi warna pada gambar yang telah disediakan.
Akbar menilai, kebebasan berekspresi dalam kegiatan semacam ini penting untuk memberikan ruang kepada anak-anak dalam mengembangkan kemampuan artistik sekaligus belajar menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
Dilengkapi Pemeriksaan Diabetes dan Edukasi Lingkungan
Selain kompetisi seni, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi diabetes. Pelaksanaan pemeriksaan mendapat dukungan Dinas Kesehatan, termasuk tenaga dokter dan perawat yang membantu memberikan pelayanan kepada peserta maupun masyarakat yang hadir.
Panitia juga membagikan eco-enzyme, cairan hasil fermentasi bahan organik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan kebersihan sesuai jenis produk dan petunjuk penggunaannya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kepedulian terhadap lingkungan kepada masyarakat.
Rangkaian acara turut dirangkaikan dengan kegiatan Lions Day bersama Lions Club di Wilayah 2A. Dalam kesempatan tersebut, peserta dan masyarakat diperkenalkan dengan peran serta aktivitas Lions Club dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Perpaduan antara lomba seni, pemeriksaan kesehatan, edukasi lingkungan, dan pengenalan kegiatan sosial tersebut memperluas manfaat acara. Kegiatan tidak hanya memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkompetisi, tetapi juga menghadirkan aktivitas yang menyentuh aspek kesehatan dan kepedulian sosial.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk Malang dan sejumlah wilayah lainnya. Keikutsertaan peserta dari beragam daerah turut mempertemukan anak-anak dengan latar belakang berbeda dalam suasana kompetisi yang positif.
Dalam kompetisi tersebut, panitia menyiapkan penghargaan juara pertama, kedua, dan ketiga serta juara harapan pertama, kedua, dan ketiga untuk masing-masing kategori. Khusus kategori B, panitia juga menyediakan penghargaan juara favorit bagi empat peserta.
Melalui Peace Poster Contest, Lions Club Surabaya Srikandi berharap anak-anak tidak hanya membawa pulang pengalaman mengikuti perlombaan, tetapi juga memahami pesan yang terkandung dalam karya mereka: bahwa perdamaian dapat dimulai dari cara menghargai perbedaan, mengembangkan kreativitas, dan membangun kebersamaan sejak dini.
Tema “Harmony in Humanity” pun menjadi pengingat bahwa kehidupan yang harmonis tidak menuntut setiap orang menjadi sama, melainkan mengajak semua orang untuk saling menghormati dan menjaga persatuan di tengah keberagaman.
(nald)











