- iklan atas berita -

METROTIMES ( MMBON ), 7 September 2026 — Harmoni suara generasi muda Maluku menggema di Taman Budaya Provinsi Maluku, Karang Panjang, Ambon, Senin (7/9/2026). Sebanyak 35 peserta dari sejumlah kabupaten/kota di Maluku tampil dalam Lomba Paduan Suara Tingkat SMA/SMK/MA Se-Provinsi Maluku Tahun 2026.

Ajang yang digelar UPTD Taman Budaya Provinsi Maluku tersebut tidak sekadar menjadi arena untuk memperebutkan juara. Di balik lantunan suara para peserta, tersimpan misi yang lebih besar, yakni menemukan, mengembangkan, sekaligus membuka jalan bagi talenta-talenta muda Maluku untuk tampil di panggung yang lebih tinggi, termasuk tingkat nasional.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah melalui Taman Budaya dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan kreativitas di bidang seni vokal. Pelaksanaannya juga dirangkaikan dengan momentum peringatan HUT Kota Ambon, HUT Provinsi Maluku, serta Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kasubag Tata Usaha UPTD Taman Budaya Provinsi Maluku, Herry Louhenapessy, S.Sos., mengatakan lomba tersebut bukan kegiatan yang bersifat insidental. Ajang paduan suara ini telah menjadi bagian dari program rutin Taman Budaya yang dilaksanakan setiap dua tahun.

“Kegiatan ini sudah masuk dalam agenda Taman Budaya dan kami laksanakan setiap dua tahun. Sebelumnya pada tahun 2024 kami juga telah menyelenggarakan lomba yang sama,” ujar Herry saat ditemui di lokasi kegiatan, Senin (7/9/2026).

ads

Menurutnya, keberadaan lomba tersebut diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan bagi pelajar yang memiliki kemampuan dan minat di bidang tarik suara. Terlebih, peserta terbaik memiliki peluang untuk melangkah ke ajang nasional melalui Gita Bahana Nusantara.

Herry menjelaskan, proses seleksi dari lomba tingkat provinsi ini akan menjadi salah satu tahapan untuk menjaring peserta yang nantinya dapat mewakili Maluku pada ajang nasional tersebut.

“Nantinya dari mereka ini akan disaring untuk masuk dalam Gita Bahana Nusantara dan akan dibawa ke tingkat nasional,” jelasnya.

Dengan demikian, panggung di Taman Budaya bukan sekadar tempat bagi para pelajar menunjukkan kemampuan bernyanyi secara berkelompok. Ajang ini sekaligus menjadi pintu masuk bagi lahirnya bibit-bibit penyanyi muda yang diharapkan mampu membawa nama Maluku ke tingkat nasional.

Pada pelaksanaan tahun ini, peserta berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara, Buru, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, dan Kota Ambon.

Meski demikian, Herry mengakui masih terdapat sejumlah daerah yang belum berpartisipasi. Karena itu, Taman Budaya berharap penyelenggaraan berikutnya dapat menjangkau seluruh 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku.

“Harapan kami, ke depan kegiatan ini dapat melibatkan seluruh kabupaten/kota di Provinsi Maluku agar bakat-bakat muda dari seluruh penjuru Maluku dapat tersalurkan dengan baik,” pungkasnya.

Lomba yang didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik tersebut diharapkan tidak berhenti pada kompetisi semata. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan seni vokal sekaligus membangun kepercayaan diri generasi muda Maluku untuk berani bermimpi dan bersaing di tingkat yang lebih luas.

Dari panggung Taman Budaya Maluku, suara-suara muda itu pun diharapkan menjadi awal perjalanan menuju panggung nasional—membawa harmoni, talenta, dan nama Maluku ke hadapan Indonesia.TasyaPatty ( Tasya Patty )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!