
MetroTimes (Surabaya) – Dehidrasi sering dianggap sepele padahal dapat berdampak serius pada kesehatan. Menjawab tantangan ini, Darwis Antonio, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Widya Kartika (UWIKA) Surabaya, menciptakan urinoir pintar yang mampu mendeteksi tingkat hidrasi tubuh melalui analisis warna urine.
Alat inovatif ini menggunakan teknologi fuzzy logic untuk mengidentifikasi kondisi cairan tubuh pengguna. Hasil analisis kemudian langsung ditampilkan di layar LCD, lengkap dengan saran jumlah konsumsi air yang dianjurkan.
Menurut Darwis, gagasan ini berangkat dari kebiasaan banyak orang yang mengabaikan panduan warna urine di toilet umum. “Padahal warna urine bisa jadi alarm dini kondisi kesehatan kita. Dengan alat ini, informasi disajikan otomatis tanpa perlu repot membandingkan,” ujarnya.
Dwi Taufik Hidayat, S.Kom., M.Kom., selaku dosen pembimbing, menilai inovasi ini sebagai langkah maju dalam pemanfaatan teknologi sederhana untuk kesehatan. “Banyak orang tidak menyadari tanda-tanda dehidrasi. Teknologi ini menjadi pengingat praktis sekaligus preventif,” ungkapnya.
Ketua Prodi Teknik Elektro UWIKA, Erwin Dhaniswara, S.Si., M.Kom., juga memberi apresiasi. “Mahasiswa kami tidak hanya belajar teori, tapi juga mampu menciptakan solusi nyata bagi masyarakat. Inovasi ini membuktikan teknologi bisa membawa perubahan besar meski bentuknya sederhana,” tuturnya.
Dengan hadirnya toilet pintar ini, diharapkan masyarakat—khususnya pengguna urinoir—lebih peduli menjaga kebutuhan cairan tubuh. Inovasi ini menandai kontribusi nyata kampus dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui teknologi yang mudah diakses.
(nald)




