
MetroTimes (Surabaya) – Banyak mahasiswa mempelajari manajemen melalui buku teks, studi kasus, dan presentasi di ruang kuliah. Namun bagi Arya Martin Setiawan, pelajaran sesungguhnya baru benar-benar dimulai ketika ia terjun langsung ke lapangan menghadapi pelanggan, mengelola karyawan, dan mengambil keputusan bisnis dengan konsekuensi nyata setiap harinya.
Alumni Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga angkatan 2006 itu kini dikenal sebagai pemilik sekaligus pengelola Kawan Seduh Coffee, sebuah kedai kopi yang berdiri di Jalan Dharmahusada Surabaya sejak 2017. Perjalanan tersebut bukanlah keputusan yang lahir secara tiba-tiba. Keinginan untuk menjadi wirausahawan telah tumbuh sejak masa kuliah dan perlahan ia bangun melalui berbagai pengalaman bisnis, khususnya di bidang food and beverage yang mulai ia tekuni sejak 2013.
Menariknya, Arya justru merasa benar-benar memahami materi yang dahulu ia pelajari di FEB UNAIR ketika mulai menjalankan bisnisnya sendiri. “Saya benar-benar belajar tentang apa yang diajarkan di kelas ketika memulai berwirausaha. Semua ilmu yang pernah diberikan ternyata sangat bermanfaat sebagai bekal menjalankan usaha,” ungkapnya.
Kesadaran tersebut muncul ketika teori yang dahulu terlihat sederhana harus diterjemahkan menjadi keputusan sehari-hari. Konsep pemasaran, pengelolaan sumber daya manusia, perilaku konsumen, hingga strategi bisnis tidak lagi hadir dalam bentuk tugas kuliah, melainkan menjadi alat untuk menjaga usaha tetap tumbuh di tengah persaingan industri kopi yang semakin kompetitif.
Industri kopi, menurut Arya, merupakan sektor yang terus berkembang dan bergerak cepat. Karena itu, ia tidak pernah berhenti memperbarui pengetahuan serta memperluas jejaring profesional.
Hubungan profesional yang ia bangun selama ini lahir dari berbagai forum diskusi, pelatihan, dan kompetisi kopi yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Melalui ruang-ruang tersebut, ia dapat bertukar perspektif sekaligus mengikuti perkembangan terbaru dalam industri specialty coffee. “Jejaring yang saya miliki saat ini terbentuk dari forum diskusi dan kompetisi tahunan. Dari sana kami saling berbagi insight dan belajar mengenai perkembangan industri kopi yang terus berubah,” ujarnya.
Konsistensi tersebut mengantarkannya meraih kepercayaan sebagai National Certified Judge untuk Indonesia Coffee Competition sejak 2022. Peran tersebut menempatkannya di tengah ekosistem kopi nasional, menilai kualitas produk sekaligus berinteraksi dengan pelaku industri dari berbagai daerah di Indonesia.
Meski telah mencapai berbagai pencapaian profesional, Arya memandang kesuksesan dengan cara yang berbeda. Baginya, kesuksesan bukanlah titik akhir yang harus dikejar, melainkan bagian dari proses panjang seorang wirausahawan untuk terus bertumbuh. “Sukses bukanlah tujuan. Sukses merupakan bagian dari perjalanan berwirausaha itu sendiri,” tuturnya.
Pandangan tersebut menjelaskan mengapa ia terus aktif berbagi pengalaman sebagai pembicara di berbagai forum. Bagi Arya, bisnis bukan hanya tentang membangun keuntungan, tetapi juga tentang membangun pengetahuan, relasi, dan kebermanfaatan bagi orang lain.
Kisah Arya Martin Setiawan menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan bangku kuliah. Justru ketika teori bertemu realitas, pembelajaran menemukan makna yang sesungguhnya.
(nald)




