
Metro Times (Purworejo)-Alumni SMA Negeri 1 Purworejo (Muda Ganesha) bersama Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta membangun enam subur bor di wilayah Purworejo. Pembangunan telah diserahkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional di daerah ini.
Pembuatan enam Sumur bor itu dilakukan di Desa Girimulyo Kecamatan Kemiri, Desa Mendiro Kecamatan Ngombol, Desa Purwodadi Kecamatan Purwodadi, Kalibiru Kecamatan Bagelen dan Desa Karangrejo Kecamatan Loano.
Kepala Desa Purwodadi, Muhammad Ilham pada acara peresmian, Jumat (31/10) mengutarakan kehadiran sumur bor di wilayahnya sangat membantu, terutama untuk sektor pertanian. Pihaknya berterima kasih sebab bantuan sumur bor itu terbukti mampu meningkatkan hasil panen para petani.
“Biasanya kalau musim kemarau petani di sini tidak bisa tanam padi karena sumber airnya kering. Setelah ada sumur bor, petani sudah bisa melakukan penanaman hingga masa tanam ke tiga, artinya saat ini petani bisa menanam hingga tiga kali,” kata Ilham.
“Kemarin baru tahap awal, kita sudah dilakukan sebagai uji coba untuk 3 hektar tanaman padi dan ada beberapa petak tanaman cabai. Hasilnya sangat bagus. Ini menjadi barokah bagi warga,” kata dia.
Selain sebagai sumber air pada irigaasi pertanian, lanjut Ilham sumur bor ini sekaligus bisa dimanfaatkan sumber air bersih bagi warga. Sehingga saat kemarau panjang warga tak akan khawatir terhadap ancaman kekeringan.
Dekan Sekolah Pasca Sarjana UGM Prof, Ir Siti Malkhamah pada kesempatan itu mengaku senang karena bisa terlibat membantu mencukupi kebutuhan masyarakat melalui pembuatan sumur bor tersebut. Menurutnya kegiatan ini sangat bermanfaat.
Ia berpesan sumur ini dijaga, dirawat dan dimanfaatkan secara bijak agar terus memberi manfaat bagi warga baik pada sektor pertanian maupun sebagai sumber air bersih yang dapat dikonsumsi serta kegiatan lain.
Bupati Purworejo, Yuli Hastuti sebelum melakukan peresmian mengatakan, air merupakan kebutuhan vital. Ia berterima kasi memberikan apresiasi begitu tinggi kepada Paguyuban Muda Ganesha serta Sekolah Pasca Sarjana UGM karena sudah berkolaborasi untuk membangun enam sumur bor itu.
Penyediaan air bersih dan air untuk pertanian merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat vital. Air adalah sumber kehidupan, tidak hanya untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung produktivitas pertanian dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Inisiatif ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara akademisi, alumni, dan masyarakat dalam menjawab tantangan kebutuhan air, terutama di wilayah yang rawan kekeringan. Langkah ini sejalan dengan semangat Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk memperkuat ketahanan air dan ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Air dari sumur ini tidak hanya untuk kebutuhan konsumsi tapi juga sangat mendukung sektor pertanian. Ini menjadi contoh nyata sinergi positif antara akademisi, alumni SMA N 1 Purworejo, serta masyarakat,” ucap bupati.
Bupati memahami Purworejo memiliki sumber daya air yang begitu melimpah. Hal ini harus dimanfaatkan secara bijak dan berkelanjutan. Saat ini persoalan air, seperti kekeringan disejumlah wilayah Purworejo masih sering terjadi terutama saat kemarau tiba.
Melalui pembangunan sumur bor ini, diharapkan kebutuhan air pertanian dapat terpenuhi, hasil panen petani meningkat dan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih saat kemarau.(tyb)




