
MetroTimes (Surabaya) — Dalam semangat memperingati Hari Santri Nasional 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, menggelar kegiatan Jalan Sehat Bersarung Santri yang diikuti ribuan warga Nahdliyin dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini dipusatkan di Kantor MWCNU Kecamatan Gubeng, Jalan Juwingan No. 65 Surabaya, pada Ahad pagi yang penuh keberkahan.
5.000 Peserta Ikuti Jalan Sehat Santri

Ketua Pelaksana, Ustadz Samsuri, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini diikuti oleh sekitar 5.000 peserta, yang terdiri atas warga NU, santri, dan masyarakat Kecamatan Gubeng. “Alhamdulillah, antusias warga sangat luar biasa. Berdasarkan kupon yang terkumpul, ada sekitar 5.000 peserta yang ikut serta,” ujarnya.
Rute jalan sehat dimulai dari Kantor MWCNU di Jalan Juwingan, kemudian melewati Jalan Raya Ketajaya, Jalan Nias, dan kembali ke titik awal, dengan jarak tempuh sekitar 5 kilometer.
Meriah dengan Pasar Murah, UMKM, dan Cek Kesehatan Gratis
Selain jalan sehat, panitia juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial dan ekonomi. Di antaranya pasar murah dan pasar rakyat yang diikuti oleh badan otonom NU serta pelaku UMKM warga NU, yang menjual beragam produk lokal.
“Kami juga membuka layanan cek kesehatan gratis untuk 150 warga. Setelah itu akan dibagikan sayur-mayur gratis sebagai bentuk kepedulian sosial,” tambah Ustadz Samsuri.
Hadiah Utama Umrah Gratis
Salah satu daya tarik utama kegiatan ini adalah hadiah undian umrah gratis bagi peserta jalan sehat. “Hadiah utama bukan voucher, tapi umrah full gratis untuk warga Nahdliyin,” ungkap Samsuri. Selain itu, peserta juga berkesempatan memperoleh hadiah menarik lainnya seperti kulkas, televisi, mesin cuci, sepeda, dan dispenser.
Bendahara acara, Taufik Hidayat, menambahkan bahwa seluruh hadiah berasal dari kontribusi warga NU dan sponsor yang juga merupakan bagian dari komunitas Nahdlatul Ulama. “Kupon dibagikan secara gratis, tidak diperjualbelikan. Semua dari warga NU untuk NU,” tegasnya.
Dukungan SIBA Wisata

Hadiah utama berupa paket umrah disponsori oleh SIBA Wisata, biro perjalanan umrah dan haji resmi yang berkantor di Surabaya. Direktur Utama SIBA Wisata, Syakirun Ni’am, S.E., bersama Wakil Direktur Niken Indriani, mengatakan bahwa partisipasi mereka merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan syiar Islam di lingkungan NU.
“Kami ikut berpartisipasi karena kami juga warga NU. Orang tua saya pun aktif di lingkungan ini. Ini bentuk syiar dan kontribusi kami,” jelas Syakirun.
SIBA Wisata, yang berdiri sejak tahun 2019 dan mulai aktif kembali setelah pandemi pada 2022, kini telah memiliki jaringan agen di berbagai daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. “Alhamdulillah, dalam tiga tahun terakhir kami mengalami peningkatan jumlah jamaah, dari 150 orang pada tahun kedua menjadi sekitar 200 jamaah tahun ini,” ujarnya.
Dengan biaya umrah mulai dari 19 jutaan rupiah, SIBA Wisata mengusung slogan “Murah, Amanah, dan Membantu Sesama Berangkat ke Baitullah.” Program tabungan umrah yang mereka jalankan bekerja sama dengan Bank BRI, memudahkan masyarakat menabung mulai dari Rp500 ribu per bulan hingga dapat berangkat bersama dalam satu kelompok jamaah.
Pesan Hari Santri: Ilmu dan Persatuan
Menutup kegiatan, Ustadz Samsuri menyampaikan pesan reflektif sesuai amanat pendiri NU, Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari.
“Dalam Muqaddimah AD/ART NU, beliau berpesan dua hal: pentingnya ilmu dan persatuan. Ilmu telah kami wujudkan dalam kajian-kajian santri, sedangkan persatuan tercermin dari kekompakan warga NU hari ini. Inilah wujud kesolidan dan semangat kebersamaan warga NU di Surabaya Timur,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung lancar dan meriah, doa bersama untuk keberkahan bangsa serta kemajuan umat dan ditutup dengan pengundian hadiah utama.
(nald)




