
MetroTimes (Magelang) Perempuan malang di waktu usia tua, dia adalah Nanik Widjayanti (75) warga Jalan Beringin I GG Munggur Rt 01 Rw 01 Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang.
Nanik yang terlahir di tahun 1943 lalu, sekarang hidupnya begitu tragis. Dia tidak bisa apa-apa, mau makan minum sendiri tidak bisa, bahkan buang air besar dan kecil harus di tempat, karena memang tidak bisa apa-apa.
Nanik yang saat ini menderita sakit stroke hanya bisa terbaring di ruang belakang GKJ Magelang (Rumah Ibadah Pepaten di Kiringan) Kota Magelang. Dia dirawat oleh salahsatu jemaat Gereja yang bernama Endang Sri Rahayu (52) warga Kiringan I Rt 04 Rw 01, Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang tentu dengan ijin jemaat Gereja yang lain.
Menurut pengakuan Ibu Sri, dulu Ibu Nanik orang yang baik dan kebetulan teman ibadah di Gereja ini. Dulu Ibu Nanik bekerja sebagai penjual gorengan, minuman dan rokok di depan Gang Kiringan. Dan baru sebulan ini Bu Nanik menderita sakit ini.
Sebelum di rawat di Gereja, Ibu Nanik dirawat di Rumah Sakit Umum Kota Magelang selama 7 atau 8 hari, dan tadi ini habis kontrol di Rumah Sakit dengan diantar oleh pihak Puskesmas Tidar dengan Ambulancenya dan teman-teman dari Jemaat Gereja, Senin (28/5).
Menurut sepengetahuan Ibu Sri, Ibu Nanik juga mempunyai anak angkat tetapi tidak tahu keberadaannya dimana, dan dulu sebelum Bu Nanik sakit, anak angkatnya itu selalu kirim uang di tanggal 1 atau 2, tetapi setelah dikasih tau kalau Ibunya sakit, semua kontak telah diblokir.
Ibu Sri melaporkan keadaan Ibu Nanik kepada Ibu Lurah Tidar Utara, dan meminta Ibu Lurah agar melaporkannya ke Dinas Sosial Kota Magelang, namun Ibu Lurah berkata,
“Sudah saya laporkan ke Dinas Sosial, namun Dinas Sosial tidak bisa, karena Dinas Sosial bilang tidak masuk kriteria. Dan maksud tidak masuk kriteria itu adalah, harus bisa mandiri (harus bisa makan, minum, mandi, dan beraktifitas sendiri” jelas Ibu Lurah Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang.
Bu Sri melaporkan keadaan Ibu Nanik karena dia merasa setiap warga negara mempunyai hak yang sama di negara, apalagi dalam kondisi sakit, masa negara hanya diam saja.
“Saya kan kalau ada apa-apa harus melaporkan ke Aparat d Desa to mas, tetapi kata Bu Lurah Dinsos ga mau membantu karena tidak termasuk di dalam kriteria. Padahal kan membantu tidak harus seperti itu, membantu mentahane juga tidak apa-apa” ucap Endang Sri Rahayu, biasa dipanggil dengan Ibu Sri.
Endang Sri Rahayu menambahkan, saya dan teman-teman jamaat Gereja hanya bisa membantu merawat saja, kalau untuk hal-hal lain saya tidak bisa. Apalagi kalau saya sedang ada urusan, saya tentu tidak bisa merawatnya.
“Semoga Dinas terkait bisa membantu, atau ada orang yang baik membantu Ibu Nanik, dan membantu bisa berupa uang atau makanan, karena untuk keperluan sehari-hari kami benar-benar terbatas” tambah Ibu Sri.
Nanik Widjayanti saat ini hanya bisa terbaring di dalam Gereja, dengan beralaskan kasur berselimutkan kain, dan tidak bisa apa-apa, seperti bicara saja tidak bisa. (Arif)




