Black Box Sriwijaya Air SJ182 Ditemukan

0
448
- iklan atas berita -

Metro Times (Jakarta) Black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ182 ditemukan. kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ-182 ditemukan di sekitar Pulau Laki-Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pukul 16.20 WIB.

Seperti dikutip dari Antara, Selasa (12/1/2021), setelah diangkat dari dalam laut, Black box lalu dibawa menggunakan searider dan akan dibawa ke JICT II.

Proses evakuasi bagian pesawat juga telah menemukan bagian penting kotak hitam, yakni Flight data recorder (FDR).

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan proses penemuan FDR black box pesawat Sriwijaya Air SJ182. Hadi menyebut tim penyelaman TNI AL awalnya menemukan pecahan dari FDR.

“Hari ini tepat jam 14.00 Kepala Staf Angkatan Laut menyampaikan informasi kepada saya bahwa sesuai dengan perkiraan yang sudah ditentukan di wilayah yang sudah ditandai telah ditemukan bagian dari flight data recorder pada jam 14.00,” kata Hadi, dikutip dari detik.com.

Hadi mengatakan tim awalnya menemukan pecahan FDR. Lalu dilakukan pencarian di lokasi yang sama hingga ditemukan bagian FDR yang lainnya.

“Kepada Staf menyampaikan bahwa bagian yang ditemukan justru adalah pecahan dan underwater acoustic beacon yang fungsinya memberikan sinyal dan saya sampaikan kepada KSAL agar terus dicari FDR yang kemungkinan besar masih di wilayah yang menjadi perkiraan kita semuanya,” jelasnya.

Hadi mengatakan, pada pukul 16.40 WIB, bagian FDR ditemukan kembali. Saat ini tim masih mencari cockpit voice recorder (CVR).

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melapor kepada Presiden Jokowi mengenai evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ182. Jokowi memerintahkan untuk mempercepat pencarian black box Sriwijaya Air.

“Dari laporan itu, Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk mengkoordinasikan dengan cepat proses pencarian dari tubuh korban dan juga mempercepat proses dari pencarian black box. Insyaallah apa yang menjadi perintah Pak Presiden akan kami lakukan dan sore nanti saya diminta ke Priok untuk memastikan apa yang diperintahkan dilaksanakan dengan baik,” ujar Menhub Budi dalam siaran di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (12/1/2021).

Arahan kedua, Jokowi meminta Menhub mengkoordinasikan layanan serta menjamin hak-hak keluarga korban jatuhnya Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu. Budi menyatakan sudah memanggil pihak maskapai serta Jasa Raharja untuk santunan kematian.

“Yang kedua, presiden meminta saya untuk mengoordinasikan proses layanan kepada keluarga korban dengan sebaik-baiknya, dan juga memberikan pendampingan diperolehnya hak-hak dari pada keluarga korban sehingga segala sesuatu yang merupakan hak diselesaikan dengan baik dan cepat,” ungkap Budi.(shp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini