- iklan atas berita -

 

Sidoarjo (Metro Times) – Warga Desa Sidokerto, Kabupaten Sidoarjo, kembali mengeluhkan lambannya proses normalisasi Kali TOK yang hingga kini belum dilakukan secara menyeluruh oleh Dinas PUPR Bina Marga Kabupaten Sidoarjo. Padahal, pemerintah desa disebut sudah tiga kali melayangkan surat permohonan agar saluran tersebut segera dibersihkan dan dinormalisasi.

Kali TOK yang dikenal masyarakat setempat sebagai saluran tersier dulunya berfungsi mengairi area persawahan di Desa Sidokerto. Namun seiring perkembangan wilayah dan pesatnya pembangunan perumahan, kawasan yang dahulu berupa sawah kini berubah menjadi permukiman padat penduduk.

Saat ini, aliran Kali TOK berada di antara dua kawasan perumahan, yakni Perumahan Park Royal dan Perumahan Taman Dhika. Kondisi tersebut membuat akses pembersihan menjadi sulit dan menyebabkan sebagian area saluran luput dari perhatian.

Beberapa waktu lalu, normalisasi memang sempat dilakukan secara manual. Namun pengerjaan tersebut hanya menyasar bagian hulu dan hilir saluran, sementara bagian tengah yang berada di antara dua perumahan justru belum tersentuh sama sekali.

ads

Kepala Dinas PUPR Bina Marga Kabupaten Sidoarjo, Mahmud, saat dikonfirmasi wartawan Metro Times menyampaikan bahwa pekerjaan normalisasi yang belum selesai sudah masuk agenda dan akan segera dilaksanakan.

“Pekerjaan normalisasi yang belum selesai sudah teragendakan dan secepatnya akan dilaksanakan,” ujarnya.

Meski demikian, warga mengaku kecewa karena pernyataan serupa sudah beberapa kali disampaikan, namun hingga berita ini diturunkan belum terlihat adanya aktivitas lanjutan di lokasi.

Kasatgas Pemuda Batak Bersatu, Jubeleum Silaban, yang juga tinggal di kawasan perumahan sekitar Kali TOK mengatakan, kondisi saluran yang dipenuhi kayu, rumput liar, dan material lain sangat membahayakan warga ketika hujan deras turun dalam waktu lama.

“Kalau hujan deras dengan durasi lama, air bisa meluap ke perumahan. Banyak kayu dan rumput besar yang tumbang ke kali sehingga aliran air tidak lancar. Ini membuat warga resah,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Kusnan, perangkat Desa Sidokerto. Ia menilai proses normalisasi berjalan sangat lambat dan kurang profesional, padahal kondisi saluran sudah lama dikeluhkan masyarakat.

“Normalisasi ini sangat lambat dan terkesan tidak profesional. Warga berharap ada tindakan nyata, bukan sekadar janji,” tegas Kusnan.

Warga berharap Dinas PUPR Bina Marga Kabupaten Sidoarjo segera menindaklanjuti keluhan tersebut dengan pengerjaan normalisasi secara menyeluruh agar potensi banjir dan luapan air ke permukiman dapat dicegah, terutama saat musim hujan tiba.

(Ban)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!